Setelah Melapor Ke Dikreskrim, Musliana Juga Melapor Ke Dikpropam Polda Aceh

16.290 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Setelah melapor ke Dikreskrim Polda Aceh, Senin 6 Maret 2017, Musliana kembali melaporkan kasus Penembakan terhadap suaminya, Muklis Adi ke Dikpropam Polda Aceh, Selasa 7 Maret 2017, dalam laporan hari ini, Musliana juga di dampingin belasan Advokat dari Yayasan Advpklasi Rakyat Aceh (YARA).

Baca: Tidak Terima Suaminya Terbunuh, Musliana Bersama Sebelasan Advokat Yara Melapor Ke Polda.

Dalam Laporan tersebut muliana menjelaskan kepada penyidik Dikpropam Polda Aceh, tentang kronologis penembakan Suaminya, yang menurutnya penembakan tersebut tidak wajar, dan tuduhan terhadap suaminya sebagai bandar barang haram, terlalu mengada-ngada,” sebut Musliana Kepada Media.

“Saya yakin Suami saya tidak pernah terlibat dalam perdagangan Narkoba, dan juga penyalah gunaan Narkoba (Pemakai), bila ada informasi yang di terima oleh Pihak Kepolisian, bahwa Suami saya salah satu bandar Narkoba di Aceh Timur, itu hanya orang-orang yang tidak senang kepada Suami saya, pada saat ini menjabat sebagai Kepala Desa, dan itu upaya mereka yang tujuannya ingin memojokkan sauami saya, atau upaya menyingkirkan Suami saya sebagai orang nomor satu di Desa Blang Rambong, tutur Musliana.

Baca: YARA, Keluarga Korban Segera Melaporkan Kasus Meninggalnya Muklis Adi Ke Polda Aceh

Lanjut Musliana, Saya menempuh jalur Hukum selain untuk mendapakan keadilan, juga sekaligus ingin membuktikan kepada masyarakat, bahwa suami saya tidak pernah terlibat dalam bisnis perdagangan Narkoba, apapun jenisnya.

“Bahkan Sumasa Suami saya masih hidup, dirinya sering curhat yang bahwa ingin memberantas perdagangan Narkoba dan juga penyalah gunaan Narkoba oleh generasi di Desa tersebut, yang bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda Desa Blang Rambong, agar generasi muda di desanya bebas dari pengaruh barang Haram,”Berdasarkan alasan tersebut Musliana yakin Suaminya tidak pernah berkecimpung dalam perdagangan Narkoba.

Kini apa Hendak dikata semua telah terjadi, Penembakan terhadap Suaminya menyisakan duka yang sangat panjang dalam keluarga Musliana, selain menjadi seorang ibu buat Monika yang masih duduk di bangku Sekolah MTSN kelas 1, dan Najwa Salsabila yang masih di bangku sekolah Dasar (SD) kelas 4, juga Fikri Aldian Kelas 3 Sekolah Dasar, kini Musliana menjadi tulang punggung keluarga untuk membesarkan dan menyekolahkan dua putri dan satu putranya, cetus Musliana dengan nada sedih, dan mata berkaca-kaca.

Bagaimana Menurut Anda?