Sekolah Ini Terlihat Kumuh, Kepsek: Perawatan Terkendala Karena Sedang Membangun & Iklim

10.471 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMPN), yang terletak di Desa Blang Pria, Kematan samudra terlihat tak terawat dan kumuh, sekolah menengah yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat itu, kondisinya bagaikan bangunan tak terhuni.

Amatan media ini di lokasi, Sabtu (30/9/2017) hampir di setiap sudut halaman di penuhi dengan rumput yang sudah memanjang, sepertinya jarang di lakukan pemotongan, begitu juga dengan bangunan yang terlihat jarang sekali di perbarui pengecetan, juga di bangunan gedung utama depan plafon bangunan itu sudah terlihat bolong , padahal sekolah tersebut menjadi sekolah preoritas masyarakat kecamatan Samudra.

Kehadiran media ini kesekolah atas informasi salah satu wali murid, dan meminta awak media untuk melakukan peliputan serta meplublikasikan terhadap kondisi sekolah tersebut, yang terkesan sangat semeraut dan di duga luput dari perhatian pihak sekolah.

Kepada Media ini salah seorang Wali Murid yang namanya di minta tidak ditulis, demi kenyamanan anaknya yang sedang mengemban Ilmu di sekolah itu, menceritakan, bahwa semenjak terjadinya penggantian kepsek setahun lalu, kondisi sekolah terlihat seperti tidak di perawatan, disisi lain masih banyak masyarakat, baik di Kecamatan Samudra juga di kecamatan lain, memproritaskan anak mereka untuk bersekolah di SMPN 1 itu.

“Namun yang kita khawatirkan bila kondisi bangunan dan halaman sekolah masih seperti sekarang ini, akan berakibat fatal terhadap kemajuan sekolah, pasalnya keinginan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah itu akan surut, dan bila sudah kurang di minati oleh pelajar, nantinya akan berdampak terhadap sekolah itu sendiri”, ungkapnya dengan wajah kesal.

“Kita sangat menyayangkan bila suasana seperti itu terus dipertahankan pihak sekolah, lanjudnya, Ia meminta pihak terkait, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara untuk melakukan evaluasi kembali terhadap kinerja kepala sekolah, sebelum semua terlambat, karena kami masyarakat disini menginginkan nama baik pendidikan di Kecamatan Samudra ini masih tetap terjaga”, imbuhnya.

Ia menambahkan saat ini ada pembangunan gedung di sekolah tersebut, dari itu kita melihat dinas tetap memerhatikan nama harum pendidikan di Kecamatan samudra, “tetapi yang kita sesalkan anggaran Negara dengan jumlah skala besar yang telah di kucurkan terkesan mubazir, bila bangunan yang telah berdiri kokoh itu luput dari perawatan,” Imbuhnya.

Sementara itu, saat media menyambangi sekolah itu, pada hari Jum,at dan Sabtu, (29-30/9/2017) untuk melakukan konfirmasi terkait hal tersebut, dan awak media ini gagal menjumpai kepsek, berhubung kepala sekolah sudah tidak lagi berada di tempat, namun selanjutnya pihak media melakukan konfirmasi melalui telpon seluler pada hari Sabtu sore.

Kepada awak media kepsek menjelaskan perawatan sekolah saat ini terkendala karena sekolah sedang membangun, dan begitu juga dengan pekarangan tengah belum melakukan pemotongan rumput, “karena ini sedang musim hujan, bila itu kita lakukan, setelah kita potong rumputnya dengan cepat akan tubuh dan memanjang lagi”, kilahnya.

Saat wartawan menyinggung penggunaan Dana Operasional Sekolah (BOS) yang dapat di peruntukan untuk perawatan sekolah, kepsek menyebutkan, bila dana tersebut tidak di pergunakan untuk perawatan sekolah, akan tetapi dipergunakan untuk hal lain yang lebih urgens, “namun setiap pengunaannya tetap kami catat”. papar kepsek.

Untuk perawatan pekarangan samping kanan sekolah, pihaknya tidak mampu merawat karena lahannya terlalu luas, namun pihak sekolah telah melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah Desa setempat, melalui keplor untuk mencari masyarakat yang mau menggarap untuk sementara waktu, “tetapi sampai saat ini belum ada warga yang mau menggarap”. tutupnya.

Bagaimana Menurut Anda?