BANDA ACEH, Buanaindonesia.com -Seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk di Provinsi Aceh dan di Indonesia pada umumnya yang semakin Padat dan juga persaingan hidup semakin ketat, ini semua persoalan kehidupan, yang berpengaruh pada pendapatan untuk membiayayai kehidupan ummat. Dua buah kalimat di atas yang menjadi tema yang di tuturkan oleh Ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat Acheh Future (AF) Razaly Yusuf. Seakan terinspirasi kembali tentang syair tersebut yang pernah di lantunkan Raja dangdut H.Rhoma Irama .
“Pengangguran di bumi Serambi Mekkahi semakin meningkat. Semua kalangan diminta harus segera memperhatikan masalah ini. Pengangguran terjadi secara menyeluruh di Bumi Aceh” kata Razaly yusuf.
“Banyak pengangguran berdanpak lahirnya kejahatan di bumi Serambi Mekah. Angka kejahatan semakin meningkat di Aceh, pencurian, perampokan, pembunuhan, dan pengedaran narkoba, menurut pantauan lembaga Acheh Future semua itu terjadi karna tidak tersedianya lapangan kerja.
Namun se untai kalimat di atas kembali di rilis oleh Razaly kepada wartawan media ini sabtu (28/02). Menyakapi tentang Banyaknya masyarakat yang mempunyai pendidikan Sarjana, ijazahnya harus dilemarikan karna kurangnya perhatian dari Pemerintah dalam mencipkan lapangan kerja yang layak, bila hal tersebut terus dibiarkan, Pemerintah Aceh jangan harap Aceh menuju Aceh yang lebih baik.
“Tapi sebaliknya, Kata Ketua Lembaga Acheh Future melalui selulernya, Razali juga menambahkan, sudah sepuluh tahun Pemerintahan Aceh mengelola sendiri hasil Aceh, yang ada Perubahan hanya dibidang insprastruktur saja”ujarnya.
“Kita melihat puluhan ribu Sarjana yang kini menjadi pengangguran, sebagian kecil mereka ada yang bakti di sekolah SD, SLTP, SLTA, MAN, Pukesmas dan di kator dinas,” Razali menambahkan.
“Mereka semua tidak mendapatkan jerih, tapi yang mereka harapkan hanya masa depan yang sederhana, melalui PNS, mampukah Pemerintah menerima mereka semua mejadi PNS. Bila pemerintah tidak membuka lapangan kerja sesuai dengan keahlian mereka masing masing, maka tunggulah kehancuran tiba.
Kita setiap hari menerima keluhan masyarakat melalui relawan-relawan kita yang tersebar di setiap pelosok. Semua inti keluhan adalah faktor ekonomi, tidak ada pekerjaan yang layak untuk mereka kerjakan, sehingga krisisnya ekonomi dalam masyarakat, Tutup Razaly Yusuf.
Editor : Juan










