Dana Desa Meunyecut Bahagia Diduga Bermasalah, Masyarakat Berharap Pihak Terkait Melakukan Audit

12.943 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Dana Desa yang di kucurkan oleh Pemerintah Pusat untuk pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui infrastruktur, terkadang kerap di salah gunakan oleh pemerintah Desa (Keushik)

Hal tersebut seperti yang diutarakan oleh masyarakat Meunyecut Bahagia, salah seorang Tokoh Masyarakat disana Idris Yusuf, kepada Media ini, Minggu (17/9/2017) menuturkan , bahwa kepala Desanya diduga telah melakukan Mark,up terhadap beberapa Aitem kegiatan Desa, yang Pembiayaann menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dilaksanakan pada tahun 2016.

Idris menuturkan pembangunan jalan Induk Desa yang di bangun pada tahun 2016, dalam satu tahun di kerjakan sampai tiga kali, namun lokasi yang sama, mereka menilai pembangunan itu tidak sesuai perencanaan, Pasalnya dalam setahun itu di kerjakan sampai tiga kali menggunakan uang Negara dan dari sumber dana yang berbeda.

Dirinya menambahkan bukan hanya pembangunan jalan Desa saja, pembangunan jalan terobosan Desa juga sarat dengan masalah, dan sangat kuat dugaan terjadinya korupsi, jalan tersebut di bangun sepanjang 1000 meter, namun setelah dibangun, jalan tersebut masih sulit untuk dilalui masyarakat, karena pengerjaannya berkesan asal jadi.

Bukan itu saja Lanjud Idris, penimbunan pekarangan Meunasah (surau) didalam perencanaan akan ditimbun sebanyak 800 mobil dum truck, namun kami perkirakan kepala desa hanya menimbun seratus mobil saja, dan pembangunan sumur bor juga menurutnya pengerjaannya juga sarat masalah, artinya tidak sesuai dengan perencanaan, dan ada indikasi Mark,up.

Ditempat yang sama Nurhayati warga setempat menilai, kepala Desanya tidak mencerminkan seorang pemimpin yang profesional, dia melihat Geuchik kerap anarkis dalam menyelesaikan permasalahan di Desa, salah satunya yang menjadi korban adalah saya, dirinya menjelaskan bahwa pembangunan jalan terobosan Desa mengorbankan tanah milik masyarakat tanpa ada pemberitahuan.

“Rumah saya juga di suruh bongkar sama istri kepala desa, bahkan dia mengancam bila tidak segera dibongkar maka akan saya hancurkan tanpa ada kompromi, sebut Nurhayati.

Ditempat yang sama Kepala Dusun Pante, M. Yunus, juga mengakui bila kepala Desa mereka melaksanakan segala kegiatan tanpa melibatkan aparatur Desa, kecuali hanya orang-orang yang sefaham dengan dia saja, sementara aparatur yang lain tidak pernah dilibatkan dan di beritahukan tentang berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Desa, paparnya.

Dirinya mengakui bahwa saat pelaksanaan pemilihan kepala desa, beberapa tahun lalu, Ia salah seorang Tim pemenangan kepala desa yang saat ini memimpin, saya saat itu saya berharap bila dia terpilih akan mampu membawa perubahan di Desa Meunyecut Bahagia, tetapi kenyataannya Desa kami semakin hancur pasca kepemimpinannya, ungkap Yunus.

Atas nama masyarakat dirinya meminta pihak terkait untuk melakukan Audit serta melaksanakan inventigasi lapangan, agar semua bisa jelas terhadap seluruh kegiatan yang telah di laksanakan apakah, apakah telah sesuai perencanaan atau Standard Operating Procedures (SOP), bila tidak sesuai dengan itu semua, kami berharap agar dapat di proses sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku di Negara kita, agar menjadi contoh untuk Kepala desa yang lain, imbuh M. Yunus.

Sementara itu Kepala Desa Meunyecut Bahagia, M. Taleb Abdon, saat di komfirmasi media di kediamannya, mengungkapkan pernyataan yang dikeluarkan oleh segelintir Masyarakat hanya untuk memojokkannya saja.

“Saya menganggap itu politis yang di kembangkan oleh pihak yang kalah saat pemilihan kepala Desa, katanya, ” Dia juga menambahkan dirinya sudah melaksanakan seluruh kegiatan Didesa dengan baik, dan sesuai aturan, bahkan seluruh pembangunan yang telah kami laksanakan sesuai Rancangan Perencanaan (RAP) dari itu saya menganggap itu hanya ketidak puasanya mereka saja, tutur M. Taleb Abdon.

Bagaimana Menurut Anda?