Penggunaan Dana BOS SMPN 2 Muara Batu Diduga RAWAN Penyimpangan

15.636 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID – ACEH UTARA – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk meningkatkan Mutu pendidikan dan semangat belajar para siswa yang tidak mampu. Terkadang pengelolaan dana tersebut sering tidak mengacu pada juknis yang telah ditentukan oleh Pemerintah, Serta Kerap menjadi rawan terjadinya Korupsi atau penyimpangan.

Seperti Halnya saat ini kerap dibicarakan oleh beberapa wali murid, salah satunya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kecamatan Muara Batu, salah seorang Wali Murid yang tidak mau namanya dipublikasi, kepada awak media ini, Kamis (15/9/2017) mengungkapkan, bahwa ada beberapa kerancuan terlihat dalam penggunaan dana BOS di sekolah itu, sehingga besar kemungkinan terjadinya korupsi atau penyalahgunaan uang Negara itu.

Sebelumnya ada beberapa Wali Murid yang membicarakan hal itu kepada saya, dan kerap mempertanyakan kemana dana itu kemana pengalokasiannya oleh Kepala sekolah, selanjudnya ia mencari pedoman dan pentunjuk tentang penggunaan dana (Juknis) dari Pemerintah Pusat, karena uang itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Pembelajaran Negara (APBN), yang di kucurkan ke setiap sekolah, ungkap sumber itu.

Setelah dirinya mempelajari Juknis, Ia menilai ada beberapa aitem didalam penggunaan Dana Operasional Sekolah di SMPN 2 Muara Batu, sangat tidak wajar dan Dia menilai ada dugaan terjadinya penyimpanan dalam pengelolan dana tersebut.

Ia juga menjelaskan rincian dalam setiap Tri ulan, dana itu bisa di gunakan untuk perawatan sekolah hanya sebesar 20% (Persen) dari jumlah anggaran yang ada keseluruhan, artinya kita bisa menjumlahkan berapa besar dana yang bisa di keluarkan untuk melaksanakan perawatan sekolah per Triwulan, akan tetapi kita juga bisa mempertanyakan kemana biaya perawatan sebesar itu, sementara sekolah masih terlihat sangat kumuh, ungkapnya.

Kita juga melihat catatan penggunaan anggaran yang di tempelkan dipapan Informasi sekolah, biaya yang di kucurkan untuk perawatan sekolah pada Triwulan Pertama sebesar 21,650,000, dan triwulan kedua sebesar 15,093,000, juga triwulan ketiga sebesar 23,595,000, juga triwulan ke empat sebesar 13,866,000, bila kita pertanyaan perawatan mana yang menelan Anggaran sebesar itu, dan kenapa rumah sekolah masih terlihat seberaut, ungkapnya sambil mempertanyakan.

Dirinya menambahkan bila total anggaran pada triwulan pertama hanya berjumlah 78,000,000, dan digunakan untuk biaya perawatan sekolah besarannya 21,650,000, itu sudah melewati ketentuan petunjuk, dan kita juga bisa melihat apakah ada kesesuaian dengan hasilnya dengan pelaksanan itu, saya melihat ada pembengkakan pada biayaan kegiatan disekolah ini, katanya, dan bukan pada satu sisi saja, tetapi ada pada beberapa aitem lainnya, di penggunaan anggaran operasional sekolah, paparnya.

Saya salah satu wali murid berharap pada pihak terkait untuk melakukan audit kembali terhadap penggunaan anggaran di SMpN 2 Muara Batu, bukan hanya melakukan audit berkas, akan tetapi melakukan inventigasi kesekolah dan mempertanyakan sedetil-detil mungin, Pasalnya beberapa sisi penggunaannya terlihat sangat membengkak, namun tidak terlihat adanya hasil yang jelas dari anggaran sebesar itu, bahkan sangat terlihat jelas adanya dugaan Mark,up. Tutupnya.

Saat awak Media ingin melakukan komfirmasi kepada Sekolah pada hari yang sama, terhadap informasi tersebut, namun awak media tidak sempat mempertanyakan karena kepsek mau di jemput temannya untuk menjumpai kepala dinas, sehingga sampai berita ini diturunkan, pihak media belum dapat melakukan komfirmasi.

Bagaimana Menurut Anda?