BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Ditengah-tengah gencarnya menyuarakan pemekaran, dengan melakukan sosialisasi ke Masyarakat melalui para Gempong di enam Kecamatan. Ternyata beredar juga isu tidak sedap.
Isu yang beredar dimasyarakat, bahwa ada kepentingan politik tahun 2019 dibalik rencana pemekaran yang saat ini gencar disuarakan. namun, hasil wawancara dari beberapa masyarakat, dapat di simpulkan bahwa isu itu hanya provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan pemekaran itu terjadi.
Bahkan, Anggota Sosialisasi GP-PAM, Abuzar angkat bicara terkait isu itu. Abuzar pun membantah terkait isu tersebut, ia mengatakan pemekaran Aceh Utara ini tidak ada kaitannya dengan ajang politik 2019, sebab, berkas pemekaran Aceh Malaka sudah didaftarkan ke Kemendagri dan komisi II DPR RI.
Terkait persiapan pemekaran, sambung Abuzar, siap didukug oleh masyarakat yang ada disetiap gampong di enam kecamatan, “dukungan tersebut hasil kesepakatan masyarakat, ketika dilakukan sosialisasi pemekaran di balai desa kantor Kecamatan Sawang.
“Kami mengharap pihak legislatif di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat agar segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran Aceh Malaka, sehingga pemekaran cepat terealisas,” Ujarnya.
Dia menjelaskan Bupati Aceh Utara, Anggota DPR RI Asal Aceh, Senator Aceh, sangat mendukung penuh pemekaran ini, sementara Panitia sedang melobi untuk mendapat Restu dari Legislatif baik ditingkat kabupaten maupun tingkat provinsi, semua berkas yang belum lengkap akan disampaikan kepemerintah pusat untuk melengkapi berkas yang sudah ada.
Pemekaran ini bukanlah kepentingan pribadi dan kelompok , melainkan kepentingan semua masyarakat di enam kecamatan tersebut. Bahkan dengan di mekarkan menjadi kabupaten aceh Malaka adalah sebagai solusi mensejahterakan Masyarakat wilayah barat aceh Utara saat ini.
Dari enam kecamatan yang siap memekarkan, Kabupaten Aceh Utara yakni Sawang, Muara Batu, Dewantara, Nisam, Banda Baroe dan Nisam Antara yang siap dijadikan sebuah DOB kabupaten Aceh Malaka.








