Warga Blang Riek Aceh Utara Minta PLN Tertibkan Tiang Listrik di Badan Jalan

9.588 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Masyarakat gampong Blang Riek, Kuta Makmur kabupaten Aceh Utara meminta Perusahaan Listrik Negara menertibkan puluhan tiang listrik yang berada di badan jalan dan saluran. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Alimuddin.

“Sejak ada dana desa banyak jalan dilebarkan dan saluran juga dibuat. Namun sayangnya Ada puluhan tiang listrik yang harus dipindah, karena mengganggu pengguna jalan dan saluran got” ujar Alimuddin.

Menurut anggota tuha pheut itu, hal ini perlu ditindaklanjuti segera oleh PLN. karena, persoalan ini sudah berlarut-larut. Ia mengaku, pemerintah gampong setempat telah menyampaikan persoalan itu sejak tahun 2015. Terbaru, Geuchik Blang Riek telah pula menyurati PLN di awal tahun ini, namun belum ditanggapi. “Kami berharap, PLN dapat menertibkan tiang-tiang itu. Perangkat gampong sudah pernah ajukan ke PLN Rayon Lancang Garam, tapi belum ada jawaban,” ungkapnya kecewa.

Selain penertiban, masyarakat juga pernah mengusulkan permohonan pemasangan tiang pembagi sambungan ke rumah warga dusun Cot Sihu. Akibat kekurangan tiang TR di dusun ini, sambungan sistim serie dari rumah ke rumah kerap dilakukan. Warga menduga, kebakaran sebuah rumah beberapa waktu lalu juga akibat sambungan sistem serie ini.
“Ada 14 rumah yang disambungkan dari rumah warga lain, karena tidak ada tiang. Sebagian tiang besi juga sudah keropos. Katanya, kebakaran rumah waktu itu karena sistim jumper. Kedua usulan sudah kami sampaikan ke PLN. Kami berharap ditindaklanjuti” ujarnya lagi.

Sementara itu, kepala rayon PLN Lancan Garam, Azman kepada media ini mengaku belum mengetahui usulan tersebut. Dengan alasan, baru dirotasi. “Saya belum tahu usulan masyarakat tersebut, nanti akan kami cek dan jika ada akan kami sampaikan ke PLN area Lhokseumawe,” ucap Azman di Lhokseumawe, Jumat (29/9/2017).

Mengenai sambungan serie, Azman menyebutkan, sambungan tersebut boleh saja dilakukan namun dengan jumlah dibatasi. Sebenarnya, kata dia, perusahaan juga dirugikan dengan sambungan ini. Selain distribusi arus yang tidak stabil, perusahaan negara ini juga sulit dalam melakukan penghitungan daya yang digunakan pelanggan. Mengenai pemicu kebakaran, ia menganggap hal itu bukan karena sambungan serie. Jika tidak aman, Listrik yang didistribusikan bisa saja membahayakan semua rumah pelanggan. “Biasanya itu instalasi rumah yang bermasalah, jika listrik bahaya tentu sudah terbakar semua rumah yang disambungkan” katanya.

Bagaimana Menurut Anda?