BEM Unsri Galang Aksi Pengumpulan Koin

7.182 dilihat

OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Sebagai bentuk solidaritas terhadap 131 Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya yang saat ini memasuki status non-aktif akibat tidak mampu membayar biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibebankan kepada mayoritas Mahasiswa dari jalur Ujian Saringan Masuk (USM) (Istilah dulunya extension, red), Akhinrya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri menggelar aksi solidaritas dalam bentuk pengumpulan koin sebagai rasa ungkapan kepedulian terhadap nasib mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya UKT.

Aksi tersebut berlangsung Selasa Selasa (18/02/14) pukul 11.00 wib di lingkungan kampus Unsri Indralaya, Puluhan mahasiswa berjalan kaki mengelilingi kampus Unsri dari Fakultas ke Fakultas lainnya dengan membawa beberapa kardus yang bertuliskan pengumpulan koin sebagai bentuk solidaritas mahasiswa yang terancam DO.

Advertisement

Kendati, aksi solidaritas yang mereka lakukan dengan cara melakukan pengumpulan koin guna membantu keringanan mahasiswa yang terancam DO tersebut, tidak lah sepadan jika dibandingkan dengan biaya UKT yang dikenakan puluhan hingga ratusan mahasiswa itu mencapai rata-rata Rp 4 juta. “Ini hanya sebagai bentuk aksi solidaritas saja pak,” ungkap Presiden BEM Unsri Indralaya Khairunnisa, Selasa (18/02/14).

Seperti diketahui beberapa waktu lalu sebanyak 131 mahasiswa Unsri terdiri dari berbagai Fakultas diantaranya yakni Fakultas Teknik maupun Fakultas Kedokteran terancam di “Drop Out” akibat belum membayar biaya UKT yang mencapai kisaran Rp 500 hingga tertinggi dari Fakultas Kedokteran yakni Rp 28 juta, pihak Rektorat memberikan batas akhir hingga 7 Februari lalu.

Namun kenyataannya 131 mahasiswa belum memenuhi kewajiban membayar biaya UKT, hingga akhirnya Pembantu Rektor II Unsri yang ditemui awak media beberapa waktu lalu memberikan batas akhir yang tidak lama yakni hanya 2 hari saja untuk melakukan pelunasan biaya UKT. “Pihak Rektorat memberikan batas maksimal pelunasan biaya UKT pada 19 Februari, apabila belum juga melunasi maka akan berstatus DO jika tidak melakukan kepengurusan “Stop Out” (SO),” ungkap  Khairunnisa.

Menurutnya, selaku pimpinan tertinggi Badan Eksekutif Mahasiswa Unsri, pihaknya berencana akan melakukan penggalangan koin ke jalan raya. “Rute penggalangan koin yang kita ambil hari ini hanya sebatas di lingkungan Unsri Indralaya saja,” jelasnya seraya mengatakan, kegiatan ini berlangsung hingga tiga hari ke depan.(mie)

Advertisement