OGAN ILIR, Buanaindonesia.com- Terkait Melambung Tinggi Biaya Uang Kuliah Ratusan Mahasiswa Universitas Sriwijaya Inderalaya menggelar aksi mendesak rektor Unsri, Prof. Dr. Hj. Badia Perizade MBA, memenuhi Empat Tuntutan, digedung Batubara Kampus Unsri Inderalaya, Rabu (19/02/14)
“Kami menuntut 4 hal, yang pertama meminta agar proses penerapan Verifikasi UKT adil dan professional, yang kedua membersihkan sistem nepotisme dalam penerapan UKT, Yang ketiga menurunkan nilai nominal UKT bagi 113 mahasiswa yang terancam putus kuliah dan yang ke empat, menjamin seluruh mahasiswa angkatan 2013 tidak di DO ( Drop Out ) hanya karena tidak bayar UKT,” ucap presiden mahasiswa Unsri, Khoirun nisak ( Isa) saat berorasi
Dalam aksi orasinya tersebut presiden mahasiswa Unsri, Khoirun nisak ( Isa) mengatakan, bahwasanya diantara 113 Mahasiswa yang tidak mampu membayar UKT dan berasal dari Keluarga yang tidak mampu pula, salah satu nya fitri. “anak tukang tampal ban ini tak mampu membayar uang kuliah dengan tingginya level kenaikan UKT yang kuasa penuh nya di bawah tangan rektor,”ungkapnya.
Dengan nada tegas dikatakannya, Bahwasanya jika tidak dipenuhi tuntutan pada hari ini maka dua hari mendatang pihaknya akan melakukan aksi dengan masa yang lebih banyak lagi. “ini tidak main main,”ucapnya tegas.
Setelah berorasi selama 3 jam para mahasiswa meminta rektor unsri untuk menandatangani surat pernyataan sikap yang menyatakan akan memenuhi perjanjian pada dua hari mendatang. Setelah ditanda tangani oleh rektor Unsri, dari ke 4 tuntutan Mahasiswa ke Pihak unsri maka rektor unsri akan mengabulkan dua tuntutan.”yang pertama tidak akan ada DO bagi Mahasiswa angkatan tahun 2013 yang tidak dan belum membayar UKT, dan yang kedua akan menurunkan nilai nominal UKT, kendati demikian dalam hal ini BEM akan tetap mengawal hasil keputusan yang di setujui rektor tersebut dan tidak ditinggal begitu saja.”Pungkas nya.
Setelah surat pernyataan sikap ditandatangani oleh rektor, perwakilan rektor unsri yang menemui mahasiswa berharap agar membubarkan diri secara tertib dan tanpa anarkis, Hingga berita ini diterbitkan, Rektor Unsri Prof. Dr. Hj. Badia Perizade M.B.A. belum bisa dimintai keterangan (mie)








