MALANG, buanaindonesia.com– Ratusan warga korban hujan abu vilkanik letusan Gunung Kelud, di Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang, mengaku telantar. Hal itu terjadi setelah mereka dipulangkan dari pos pengungsian ke rumah mereka yang sudah hancur.
Pengungsi semakin merasa telantar karena langka air bersih. Sumur yang selama ini menjadi tumpuannya tercemari abu vulkanik.Kondisi terparah terjadi di Desa Pandansari. Seluruh rumah di kawasan itu pun tak bisa ditempati, dan masih dalam proses renovasi.”Tak bisa nyuci dan memasak. Sumur yang ada tercemar,” kata Siti Maisyaroh, Minggu (23/2/2014).
Maisyaroh mengaku tak tahu mengapa dia sudah dipulangkan dari pengungsian, dalam keadaan yang yang belum stabil.”Tiba-tiba warga diminta naik truk untuk pulang diantar ke rumah masing-masing yang rumahnya masih rusak,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, warga di Desa Pandansari berharap Pemerintah Kabupaten Malang dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menangani para korban yang sudah pulang ke desanya masing-masing.
“Seharusnya, warga diberikan penampungan sementara yang layak. Baru bisa pulang jika rumahnya sudah selesai dibangun. Biar warga tidak telantar. Air bersih harus tersedia dan aliran listrik sudah bisa digunakan. Selama ini listrik masih mati,” katanya.
Para pengungsi yang sudah pulang ke desa masing-masing itu, para korban yang tinggal di pengungsian di GOR Ganesha Kota Batu, di Posko Kecamatan Pujon dan juga di Kecamatan Kasembon.
Kini para pengungsi masih berada di pengungsian yang disediakan di Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. (kps)








