Pengaspalan Jalan Petaling Muba Diduga Asal Jadi

8.954 dilihat

MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Proyek pengaspalan  jalan dalam desa Petaling kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan tahun 2014 diduga terindikasi dibangunan asal-asalan.

Kepala desa Petaling Edy Safari mengatakan, pembangunan jalan di dalam desanya menggunakan dana 1,9 M dari APBD  Muba tahun 2014.

Advertisement

“pondasi terindikasi amburadul karena hamparan agregat terlalu tipis mengakibatkan pondasi jalan labil”, ungkap Edy Safari, selasa (23/12).

Menurut Edy, dirinya sempat mencoba memegang aspal yang siap dihamparka yang masih berada   didalam truk, namun kondisi aspal terlalu dingin dengan perkiraan 25-35 derajat. Sehingga aspal tidak mengikat satu sama lainya, akibatnya aspal remuk

Masih menurutnya, hal ini diduga akibat lemahnya pengawasan baik dari PU Bina Marga maupun DPR, sehingga sebelum habis masa perawatan jalan sudah mulai hancur.

“Serta tidak transparansinya pelaksanaan proyek hingga rakyat tidak mengetahui spesifikasi secara rinci baik lebar, panjang serta ketebalan proyek pengaspalan jalan tersebut”, imbuh Edy

Kedepan diharapkan, setiap adanya pelaksanaan proyek APBD yang berjalan disetiap desa hendaknya melibatkan pemerintah desa atau kecamatan sebagai pengawasan secara langsung selaku perwakilan masyarakat setempat, sehingga pelaksanaanya tidak dikerjakan semaunya saja, pinta Edy Safari.

Sejumlah warga desa di desa Petaling ketika dimintai komentarnya sangat menyayangkan proyek pembangunan jalan yang didambakan masyarakat itu, sejak awal pembangunanya dikerjakan asal jadi. Terbukti hasil pekerjaan “amburadul “ tidak mampu bertahan lama, di sejumlah titik nampak pembangunan jalan tersebut sudah mengalami kerusakan lagi bahkan banyak yang mengalami keretakan dan berlubang kembali akibat aspal yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.

Askurni (45) warga dusun 3 desa Petaling, mengeluhkan kondisi proyek pengaspalan jalan yang menurutnya dikerjakan belum sampai 3 bulan berjalan sudah mengalami keretakan dan lubang dibeberapa titik jalan.

“Kalau melihat pekerjaanya seperti ini saya sebagai orang awam saja yakin jalan ini tidak akan bisa bertahan lama, Bapak lihat saja kondisinya, jalan  banyak mengalami keretakan dan berlubang. Menurut saya agregat kurang cocok serta pondasi yang lembut“, ungkap Askuni

Hal senada juga dikatakann Anggota DPRD kabupaten Muba Ahmadi Dausat SE  dapil 4. saat melintas di jalan tersebut. Dirinya mengharapkan kepada pihak PU Bina Marga kabupaten Muba untuk secepatnya koordinasi dengan kontraktor jan itu.

“Sepertinya kurang agregat oleh karena itu kami menghimbau kepada pihak PU BM untuk segera memanggil kontraktor yang bertanggung jawab. Selain itu PU BM juga harus memikirkan bahu jalan sehingga jika adanya perlintasan 2 kendaraan besar seperti truk tidak mengalami kemacetan atau terpeleset keparit yang kedalamannya bervariasi akibat sempitnya badan jalan”, ungkap Ahmadi Dausat. (c)

Advertisement