Jokowi Harus Segera Diberhentikan Jika Benar Ketemu Obama Lewat Makelar

6.674 dilihat

JAKARTA, Buanaindonesia.com – Kabar pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dan Presiden AS, Barack Obama yang diduga diatur oleh makelar. Ketua DPP APKLI, Ali Mahsun meminta agar Joko Widodo segera diberhentikan, karena telah melecehkan hargadiri bangsa Indonesia.

unnamed“Jika hal tersebut benar, maka Presiden Jokowi harus segera diberhentikan karena telah melecehkan harga diri, harkat dan martabat rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Jokowi telah melakukan pelanggaran berat terhadap Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan harus segera mengambil langkah konstitusional, dan segera berhenti jadi Jubir Jokowi,” katanya, Senin (9/11/2015).

Advertisement

Jika DPD RI, DPR RI, MPR RI tak segera bergerak mengambil langkah-langkah konstitusional dan hanya tidur pulas, maka rakyat dan bangsa Indonesia harus segera memaksa Percepatan SI MPR RI berhentikan Joko Widodo dan Jusuf
Kalla sebagai Presiden dan Wapres RI. Hal ini tak bisa ditolerir jika benar adanya. Juga tak bisa dihargai sebesar anggaran Membangun Gedung DPR/MPR RI dan THR dalam APBN 2016. Sungguh terlalu dan sangat memalukan Indonesia sebagai Negara dan Bangsa Besar, Merdeka dan Berdaulat, ujar Ali Ketua Umum BAKORNAS LKMI PBHMI 1995 – 1998.

Jika tak mampu memimpin Indonesia, Jokowi-JK harus segera mundur sebelum Indonesia hancur, serta demi masa depan Indonesia. Jokowi-JK tak perlu malu dan menunggu diberhentikan rakyat Indonesia. Untuk itu, Sekber INDONESIA BERDAULAT mendesak percepatan SI MPR RI untuk memberhentikan Rezim Jokowi-JK, dan menyelamatkan INDONESIA, pungkas Ali yang memimpin Sekber Indonesia Berdaulat.

Diketahui sebelumnya, pertemuan Joko Widodo dengan presiden AS, Barack Obama diduga diatur oleh konsultan diungkap akademisi dari Australia National University (ANU), Dr. Michael Buehler.?

Menurut dia, pertemuan tersebut diatur oleh konsultan Singapura Pereira International PTE LTD dan konsultan PR di Las Vegas, R&R Partners, Inc. Pihak Pereira Internasional menurut Buehler,
membayar ?sebesar 80 ribu dolar AS kepada perusahaan R & R Partners, Inc.

Editor : Juan

Advertisement