BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Merasa terancam di dunia maya, seorang netizen sosial media facebook melapor ke polisi. Kejadian ini menimpa Hendri Syahrizal (33), Warga Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Sabtu, 11 November 2017 . Henri diancam oleh pemilik akun Nandes Alfaro Teuku. Belum pasti apakah itu akun asli atau fake ( akun palsu ), yang pasti ia dan keluarga mendapat ancaman, dikirim melalui kotak masuk media sosial miliknya.
” Bukan hanya ancaman lewat inbok medsos saja, teror telepon melalui HP, ditengah malam pun sering diterima dalam beberapa hari ini, ” kata Hendri.
Atas pengancam ini, Hendri mengaku istrinya khawatir dan tidak tenang perihal ancaman dari akun tersebut,
” Banyak kali bacot kau, ngerti kagak otak udang lagi sebelum kau berkoar-koar di Fb, mikir dulu anak dan istrimu di rumah. Jangan hilang ditelan bumi nanti kamu, ” ujar Henri menirukan isi ancaman itu.
” Kini si pemilik akun pengancam berganti Teuku Alfaro Nandes, ” ungkap Henri.
Pengancaman terjadi beberapa waktu lalu, saat dirinya membuat status diberanda medsosnya perihal sebuah pekerjaan proyek pemerintah yang sedang dikerjakan oleh salah satu kontraktor disana. Menurutnya proyek itu janggal dan tidak ada satupun memuat papan informasi yang jelas. Padahal, kata Henri, proyek itu ditujukan untuk daerahnya
” Selain warga masyarakat disini, saya juga sebagai Sekretaris Solidaritas Aceh Jaya Peduli (SAYAP), ia merasa berhak untuk mempertanyakan hal tersebut. Apa salah, kalau saya mengelurkan uneg-uneg dengan permasalahan tersebut. Ini kan zaman keterbukaan, zaman demokrasi. Kita harus tau, keterbukaan informasi publik itu apa, mengapa pekerjaan tersebut tidak boleh diketahui, ” kata Henri
Henri mengaku dirinya sudah membuat laporan terkait pengancaman ini
” Kemarin, saya sudah membuat laporan resmi kepada pihak berwajib di Polres Aceh Jaya, terkait ancaman yang dilakukan oleh Otk, yang diduga mengunakan akun bodong. Padahal yang punya foto itu orangnya bukan di sini, orang di pulau Jawa sana, terangnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya Iptu. Hamid, membenarkan anggotanya telah menerima laporan terkait kasus ini. Pihaknya mengaku akan melakukan penelusuran.








