MURI Catat Rekor Tas Bordir Motif Terbesar Ada Di Lhokseumawe

21.196 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Meseum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memasukan tas bordir dengan motif Aceh masuk dalam katagori Rekor dunia.Tas Aceh dengan ukuran raksasa merupakan hasil karya dari kelompok Syirkatun Nisa dari Kecamatan Nisam, Aceh Utara binaan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe memiliki ukuran panjang 3,288 meter, lebar 1,67 meter dan tinggi 1,87 meter dan luas alasnya 1,57 meter. Penyerahan Rekor Dunia itu sendiri langsung diserahkan kepada Kepala BI perwakilan Lhokseumawe, Minggu, 12 November 2017.

Manager MURI Andre Purwandono dihadapan Media mengatakan, tas bordir raksasa dengan motif aceh baru pertama kali ada, ini merupakan catatan tersendiri bagi MURI atau sesuatu kegiatan yang terukur, dimana ini adalah replika tas motif Aceh yang terbesar, jadi ini bisa dikatagorikan ke meseum rekor dunia Indonesia.

Advertisement

” Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa sama-sama belajar mengenai motif-motif Aceh yang bisa dibuat menjadi sebuah karya, kita juga bisa melestarikan budaya Indonesia, dan ini merupakan replika tas dengan motif yang baru pertama kali ada di Indonesia dan ini merupakan catatan sebuah rekor baru, ” kata Andre

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal mengatakan,pihaknya sangat bangga dan bersyukur bahwa tas raksasa dengan motif Aceh yang merupakan karya dari kelompok Syirkatun Nisa mampu memecahkan rekor dunia, dan ini merupakan simbol pertumbuhan usaha mikro dan menengah (UMKM) sehingga kedepan bisa menekan angka penggangguran dan membuka lapangan kerja baru,

” Untuk tas motif Aceh sekarang ini telah banyak permintaan pesanan, baik di daerah, nasional maupun luar negeri, dimana pangsa pasar terbesar diluar negeri saat ini atau peminatnya berasal dari Amerika Serkat, ” jelasnya.

Acara MURI ini sendiri juga ikut dimeriahkan dengan hadirnya sebanyak 400 orang penabuh Rapai Uroeh yang juga ikut melakukan aktraksinya dan mendapat simpatik dari masyarakat dan para tamu undangan yang ikut menyaksikan pegelaran alat musik asal Aceh ini. 

Advertisement