BUANAINDONESIA, SUMSEL- Keberadaan transportasi online saat ini dinilai cukup membantu masyarakat dalam beraktifitas. Sebab itu, berbagai dukungan terhadap transportasi tersebut terus ditunjukkan Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD). Bahkan orang nomor satu di Sumsel ini optimis jika transportasi online yang saat ini semakin menjamur dimasa pandemi ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi.
“Majunya dunia dan IT membuat masyarakat ingin hidup praktis salah satunya dalam hal transportasi. Saya harap transportasi online ini dapat menjadi kekuatan ekonomi,” kata Harman Deru. Sabtu 11 Desember 2021.
Masih kata HD, Apalagi keberadaan transportasi online tersebut didukung dengan keberadaan Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel sebagai wadah bagi para driver atau pengemudi transportasi tersebut. Dalam kesempata ini. Gubernur Sumsel memberikan bantuan 49 Ton beras kepada pengemudi Ojek online
“Kita tahu ADO ini tumbuh dari bawah, punya visi dan misi. ADO ini juga memiliki peran membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai Pembina Kehormatan di Pengurusan ADO, Herman Deru berpesan dua hal kepada anggota yang berada di ADO Sumsel, agar tetap menjalankan dua hal seperti kepatuhan dan kepatutan dalam melayani masyarakat yang membutuhkan tumpangan trasportasi.
“Berikan pelayananan prima dan jaminan keselamatan bagi para penumpang. Selain kepatutan dan kepatuhan terhadap hukum, kejujuran,”ujarnya
“Selain itu, ADO merangkul setiap komunitas transportasi online sehingga para pengemudi memiliki wadah untuk mengahadapi persoalan yang mungkin timbul saat menjalankan profesi ini. Teruslah jaga kekompakan ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD ADO Sumsel Muhammad Asrul Indrawan mengatakan, keberadaan ADO di Sumsel sebagai wadah para pengemudi transportasi online.
Menurutnya, saat ini ADO Sumsel telah memiliki ribuan anggota di seluruh penjuru Sumsel.
“Tahun 2022 ini kita targetkan anggota bisa mencapai 5 ribu orang. ADO juga memiliki peran menjembatani dan memperjuangkan nasib para mitra pengemudi agar terus sejajar dengan aplikator. Artinya penghasilan yang didapat antara apikator dan mitra pengemudi harus adil sehingga tidak ada yang dirugikan,” katanya.
Pemerintah sendiri khususnya di Sumsel, lanjutnya, memang terus memberikan dukungan terhadap para pengemudi. Terlebih ketika pandemi covid 19 saat ini.
“Di masa pandemi ini, memang profesi kami ini yang paling terdampak. Namun Pemprov Sumsel tidak menutup mata dengan terus memberikan bantuan kepada kami. Tanpa pemerintah kami tidak ada apa-apa,” tuturnya. Disisi lain dia mengungkapkan, jika di dalam ADO Sumsel sendiri teah ditunjuk sedikitnya 200 orang sebagai tim URC yang bertugas membantu persoalan para pengemudi saat berada di jalanan.
“Tim URC ini sigap membantu saat pengemudi menghadapai persoalan seperti kecelakaan atau lainnya. Tim ini siap membantu para pengemudi,” pungkasnya. (R/Hms/Ward)








