Kisah dari Pesisir Banyuasin: Saat Medco E&P dan Warga Bersatu Jaga Paru-Paru Hijau Sungsang IV

1.190 dilihat
BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di pesisir Sumatera Selatan terus diwujudkan lewat aksi nyata dan kolaborasi yang erat. SKK Migas bersama KKKS Medco E & P Grissik Ltd. (Medco E&P) menunjukkan komitmen keberlanjutannya melalui Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang lingkungan.
Sejak tahun 2024, perusahaan telah menanam sebanyak 22.000 pohon mangrove di atas lahan seluas 2,2 hektar di Kabupaten Banyuasin. Program Penghijauan Hulu Migas yang berada di kawasan Hutan Lindung Air Telang ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) Sungsang IV.

​Untuk memastikan pohon-pohon mangrove tersebut tumbuh dengan baik serta mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan dan langkah selanjutnya, Medco E&P bersama LDPHD menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama pada Kamis (29/10/26).

Bagi mereka, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, melainkan dari tingkat kelangsungan hidup tanaman secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama dalam program ini, di mana masyarakat tidak hanya ikut menanam, tetapi juga terdorong untuk menjaga dan merawat kawasan tersebut. Kolaborasi ini pun berhasil memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian alam desa mereka.

Advertisement

​Dukungan penuh mengalir dari Pemerintah Desa Sungsang IV. Kepala Desa Sungsang IV, Romi Adi Candra, menegaskan betapa pentingnya aksi ini bagi wilayahnya.

“Kami dari Pemerintah Desa Sungsang IV mendukung penuh kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan oleh Medco E&P Grissik Ltd. di kawasan Hutan Lindung Air Telang. Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran besar dalam melindungi kawasan pesisir,” jelasnya.

Ia juga berharap sinergi antara Medco E&P, LDPHD, pemerintah desa, dan warga dapat terus terjalin erat agar pohon mangrove yang telah ditanam dapat memberikan manfaat ekologis serta ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

​Inisiatif lingkungan ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multipihak.

Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Grissik Ltd., Arief Winanto Prakosa, menyampaikan bahwa penanaman 22.000 mangrove di luar kewajiban PPKH ini adalah bukti komitmen jangka panjang perusahaan. Capaian ini tidak hanya bertujuan memperkuat fungsi perlindungan pantai dan keanekaragaman hayati, tetapi juga mendukung penyerapan karbon, meningkatkan ketahanan lingkungan, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.

Advertisement