Agung Laksono : Golkar Pecat Kadernya Tersangkut Narkoba

10.068 dilihat
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono . Foto : Net

PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Partai  PDI Perjuangan Sumatera Selatan (Sumsel)  Giri Ramanda N Kiemas Tidak mau berkomentar  terkait tertangkapnya Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi dalam penggerebekan di rumah pribadinya, Minggu 13 Maret 2016 malam,  Terkait kasus narkoba.

Ketika,  ditanyakan apakah PDI-P tidak mengetahui informasi bahwa Nofiadi adalah pengguna narkoba,

Advertisement

“Saya tidak mau berkomentar  terkait soal kasus Bupati OI,” jelasnya.

Ditambahkan, biar proses hukum berjalan terlebih dahulu. “Sambil  menunggu perkembangan selanjutnya,”tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono terkejut atas berita tertangkapnya Nofiadi. Dia tak menyangka kader Golkar yang baru dilantik sebulan lalu itu menggunakan obat-obatan terlarang.

“Ya memang saya sangat terkejut. Ini menjadi pelajaran dan saya kira kepada siapa pun, apalagi yang sudah jadi pejabat baik di parlemen maupun di eksekutif untuk menghindarkan penggunaan narkoba,” kata Agung, seperti dilansir dilaman Kompas,  Senin 14 Maret 2016.

Dikatakan, Golkar akan memberikan sanksi pemecatan jika pria yang akrab disapa Nofi tersebut memang terbukti menggunakan narkoba.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Reformasi dan Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi menegaskan, setiap kepala daerah yang tersandung masalah hukum akan diberhentikan sementara dari jabatannya sambil menunggu proses hukum.

“Itu bisa dinonaktifkan atau diberhentikan sementara, sambil menunggu kasusnya diselesaikan secara definitif,” kata Yuddy. Seperti lansir dilaman, Merdeka. Senin (14/3)

Sementara Mendagri  Tjahjo Kumolo,  “Saya pertimbangkan untuk usulkan diberhentikan, tentunya ada proses dan mekanisme yang harus diikuti. Ini kan kategori tertangkap tangan,” kata Tjahjo Kumolo, Senin 14 Maret 2016.

Tjahjo sangat menyesalkan bahwa bupati yang baru dilantik sebagai hasil Pilkada 2015 lalu itu ternyata seorang pecandu narkoba.

“Menyedihkan dan mengecewakan sebagai kepala daerah harusnya memberi contoh kepada warganya malah menunjukkan perilaku yang tidak benar,”pungkasnya. (Wardoyo)

Advertisement