Jokowi Puji Progres Pembangungan Tol Palindra

9.777 dilihat
Joko Widodo, meninjau pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang-Indralaya (Palindra) di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Kamis 3 Maret 2016

PALEMBANG, Buanaindonesia- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, berkunjung ke Palembang. Dalam lawatannya kali ini, ia kembali meninjau pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang-Indralaya (Palindra) di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

Setelah sebelumnya pernah meninjau pembangunan tol pada November 2015 lalu, dia ingin melihat sejauh mana perkembangan pembangunan tol dari peninjauannya pada akhir tahun lalu. Sebelum meninjau pembangunan Tol Palindra, terlebih dahulu dia meninjau pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Advertisement

Joko Widodo tiba di lokasi proyek tol pukul 15.22 WIB, mengenakan seragam khasnya putih polos dan celana panjang hitam serta helm proyek yang didampingi Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dan pejabat lainnya seperti Walikota Palembang, Harnojoyo, dan Sekda Sumsel, H Mukti Sulaiman.

Berita sebelumnya : Jokowi Tinjau “LRT” dan Toll Palindra

Disela peninjauannya, Jokowi memuji progres pembangunan tol yang baik walau dengan medan yang sangat sulit, karena lebih dari 70 persen adalah rawa-rawa. Hingga sekarang, progres pengerjaan fisik Tol Palindra baru mencapai 11 persen.

“Sebenarnya ini sudah dimulai bulan Juli tahun lalu, walaupun medannya berat, tetapi saya lihat progresnya sudah sangat bagus,” katanya.

Ditambahkan Jokowi, sebagian besar ruas tol adalah rawa, sehingga butuh kerja ekstra dan teknologi yang canggih untuk menyelesaikan tol ini sesuai target.

“Panjang tol 22 kilometer dengan rawa-rawa sepanjang 17 kilometer dan 5 kilometer lahan biasa, teknologinya juga harus baik, air harus dipompa dulu untuk mengeringkan tanah menggunakan vacum,” lanjut Jokowi.

Pembangunan tol ini, menurut Jokowi, bukan hanya untuk mendukung Asian Games 2018 tetapi juga untuk mendukung kebutuhan infrastruktur transportasi di masa depan. Tol Palindra merupakan cabang dari poros Lampung-Palembang-Aceh yang terintegrasi dalam Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Dilihat sehari-hari, kemacetan Palembang sudah mulai. Melihat seperti ini, kita mengantisipasinya jangan 5-10 tahun kedepan, namun 50-100 tahun kedepan. Akan seperti apa Palembang kalau kita tidak menyiapkan infrastruktur terlebih dahulu,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan, bila pembangunan infrastruktur tidak didahulukan, nantinya lahan yang saat ini belum digunakan tersebut, akan dibangun menjadi rumah pemukiman atau pun gedung-gedung. “Bila sudah seperti itu, pembebasan jadi sangat mahal,” jelasnya.

Jokowi optimis, jika pembangunan tol bisa selesai tepat waktu hingga akhir 2017 atau paling lambat pada awal 2018. (Wardoyo)

Advertisement