Katanya Papa Di Tahan KPK, Kok ‘ Mejeng’ Di Bandung ?

18.982 dilihat
Reklame Setya Novanto - Ridwan Kamil di Kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Pemasangan materi gambar Setya Novanto dan Ridwan Kamil di berbagai papan reklame yang ada di Bandung, Jawa Barat semakin marak. Kemarin, 16 November 2017 kami menemukan gambar itu di papan reklame berukuran raksasa di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung. Hari ini, Sabtu 18 November 2017 gambar itu terpantau ada di papan reklame di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan prapatan Jalan Cihampelas –  Abdul Rivai, Kota Bandung.

menanggapi ini, Andi seorang warga kota Bandung yang kebetulan melintas di jalan Cihampelas mengatakan, dirinya heran dengan gambar di reklame itu

Advertisement

” Katanya Papa Ditahan KPK, Kok Ada Di Bandung ?, ” Kata Andi

Mengutip pemberitaan Tribun News, Ketua Harian Badan Pengendalian dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Jawa Barat, MQ Iswara mengatakan, pemasangan spanduk dan baliho berisi dukungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto kepada Ridwan Kamil sebagai calon gubernur pada Pilgub Jabar 2018, sesuai instruksi DPP Partai Golkar.

Iswara mengatakan pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk penerjemahan teknis rekomendasi yang sudah diberikan oleh Setya Novanto kepada Ridwan Kamil sebagai calon gubernur dari Partai Golkar beberapa waktu yang lalu.

Dalam baliho yang dipasang di Jalan Pelajar Pejuang Bandung contohnya, diperlihatkan foto Setya Novanto saat memberikan surat keputusan pengusungan calon gubernur Jabar kepada Ridwan Kamil.

“Memang fakta bahwa Partai Golkar mendukung Ridwan Kamil. Bahkan dukungan itu sampai mengorbankan kader terbaik kita di Jawa Barat, dalam hal ini Dedi Mulyadi,” kata Iswara, Jumat, 17 November 2017.

Adanya anggapan bahwa gambar tersebut merupakan bentuk penggembosan, Iswara membantah. Kata dia, Spanduk dan poster dianggap salah satu sebagai alat peraga kampanye yang efektif menarik perhatian masyarakat.

“Itu inisiatif dari DPD, tanda mereka melaksanakan rekomendasi dari DPP Partai Golkar. Makanya kita sosialisasikan. Jadi keliru kalau ada anggapan itu penggembosan,” katanya.

 

Advertisement