Kepolisian Israel Tangkap 12 Orang Yang Dicurigai Sebagai Pemicu Kebakaran

1.536 dibaca

BUANAINDONESIA.COM, TEL AVIV – Kepolisian Israel baru-baru ini telah menangkap 12 orang yang dicurigai sebagai pemicu kebakaran hebat diwilayah Utara Israel. Sehingga Mengakibatkan Sedikitnya 80 ribu warga di kota Haifa terpaksa dievakuasi dan ratusan rumah warga hangus terbakar.

Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, menyebut 12 orang yang ditahan oleh kepolisian, satu diataranya ditangkap saat hendak memicu kebakaran baru atau saat melarikan diri dari lokasi kejadian.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Gilad Erdan menyebut para pelaku pembakar hutan berasal dari kelompok ‘minoritas’, sebutan merujuk pada warga Israel keturunan Arab atau warga Palestina. “Kemungkinan paling tinggi soal motifnya adalah nasionalisme (ekstrem),” tutur Erdan kepada media lokal, Army Radio.

Belum ada tanggapan resmi dari pemimpin Palestina terkait kebakaran hutan di Israel ini. Namun seorang politikus ternama Israel keturunan Arab, Ayman Odeh, yang berasal dari Haifa menolak tudingan bahwa warga keturunan Arab yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan di Israel. Odeh balik menuding pemerintah Israel memanfaatkan situasi untuk menghasut kebencian pada minoritas Arab.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara militer Israel menyebut pasukannya telah menangkap seorang pria Palestina yang kedapatan sedang berusaha memicu kebakaran di dekat permukiman Israel di Kochav Yaakov, Tepi Barat. Tayangan televisi Israel menunjukkan tiga orang memicu api di tengah area terbuka di dekat permukiman Ariel, Tepi Barat.

Otoritas Israel menyebut salah satu pria yang berasal dari desa Rahat, Bedouin, Israel bagian selatan, ditangkap setelah menghasut pembakaran hutan via Facebook.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (25/11/2016), petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan kebakaran hutan yang terus melanda wilayah sekitar Yerusalem dan wilayah Israel bagian utara, pada Jumat (25/11) waktu setempat.

Kebakaran hebat melanda Israel terjadi sejak Selasa (22/11) waktu setempat dan berlanjut hingga meluas ke beberapa wilayah di Israel.