Pastikan Kesiapan Mudik, Bupati Garut Monitoring Jalur Utara dan Pos Pengamanan

4.539 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik jalur mudik di wilayah utara Kabupaten Garut pada Rabu (18/03/2026). Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus kesiapan petugas pengamanan menjelang puncak arus mudik.

Advertisement

Peninjauan dimulai dari kawasan Pendopo dan dilanjutkan ke beberapa Pos Pengamanan (Pos PAM), di antaranya Pos PAM Kubang Tarogong, Pos PAM Kadungora, Pos PAM Terpadu GTC Limbangan, Pos PAM Limbangan, Stasiun Cibatu, Pos PAM Wanaraja, Pos PAM Bundaran Suci, hingga Pos PAM Cilawu.

Dalam arahannya, Bupati Garut menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel yang telah bertugas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya. Ia menilai situasi arus lalu lintas di wilayah Garut masih dalam kondisi relatif aman dan terkendali berkat koordinasi lintas sektor yang berjalan baik.

Saat memimpin apel pasukan di Pos PAM Kubang Tarogong, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama masa operasi yang masih berlangsung. Petugas diminta tetap menjaga kebugaran, terutama saat menjalankan tugas di tengah ibadah puasa, agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Bupati juga menekankan agar petugas mengedepankan pendekatan humanis dan empati saat berinteraksi dengan pemudik. Kondisi kelelahan yang dialami petugas maupun pengguna jalan dinilai dapat memicu ketegangan, sehingga diperlukan kesabaran dan komunikasi yang baik demi menciptakan kenyamanan selama perjalanan.

Selain aspek pengamanan, ia menginstruksikan dinas terkait dan para camat untuk melakukan pengecekan ulang fasilitas umum di sepanjang jalur mudik, seperti kebersihan masjid dan ketersediaan tempat istirahat bagi para pemudik.

Terkait rekayasa lalu lintas, Bupati mengapresiasi penanganan cepat terhadap insiden kecelakaan di jalur Cikaledong serta mendukung penerapan sistem satu arah secara situasional untuk mengurai kepadatan kendaraan di titik-titik rawan tanpa harus memberlakukan penutupan jalur secara panjang.

Ia juga menyoroti potensi kemacetan akibat aktivitas pasar tumpah di kawasan Lewo. Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi guna mengoptimalkan penerapan sistem “pagar betis” agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa menghambat arus kendaraan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memastikan kesiapan layanan kesehatan dengan mengecek ketersediaan obat di posko kesehatan yang disiapkan Dinas Kesehatan Garut. Ia menegaskan agar pemberian obat dilakukan secara tepat sesuai dengan keluhan pemudik.

Advertisement