Pemilu Malaysia Rebutkan 14,4 Juta Suara

4.089 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Pemilihan umum (pemilu) Malaysia telah dimulai. Sekitar 14,4 juta warga Malaysia akan menggunakan hak suara mereka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat di 8.253 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri hari ini. 

Mereka merupakan bagian dari 14.940.624 pemilih terdaftar yang berhak untuk memberikan suara mereka dalam pemilu ini. Adapun jumlah total penduduk Malaysia adalah sekitar 32 juta jiwa.

Dari jumlah 14,9 juta pemilih terdaftar itu, sebanyak 278.590 di antaranya telah menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan dini pada Sabtu (5 Mei 2018) lalu.

Seperti dilansir media Malaysia, The Star, Rabu (9 Mei 2018), para pemilih dini tersebut terdiri dari personel militer, polisi dan Pasukan Operasi Khusus beserta pasangan mereka.

Sebanyak 212.384 pemilih lainnya merupakan pemilih yang mengirimkan surat suara mereka lewat pos. Surat suara mereka akan dibuka dan dihitung setelah pemungutan suara ditutup pada pukul 17.00 hari ini.

Para pemilih generasi Y atau mereka yang berumur di bawah 40 tahun merupakan kelompok usia terbesar dalam pemilu ini. Jumlahnya mencapai 40,94 persen dari keseluruhan pemilih. Pemilih kaum wanita juga jauh lebih banyak daripada kaum pria, yakni mencapai 50,58 persen dari total 14,9 juta pemilih.

Dalam pemilu ini, total 2.333 kandidat akan bersaing memperebutkan 222 kursi parlemen dan 505 kursi negara bagian. Komisi Pemilihan menyatakan bahwa hasil penghitungan suara akan diumumkan mulai pukul 20.00 waktu setempat nanti.

Sistem pemilu di Malaysia mengadopsi model parlementer Westminster, setelah mendapat kemerdekaan dari Inggris tahun 1957. Pemerintahan Malaysia dipilih melalui sistem first-past-the-post (FPTP) atau simple majority.

Dengan sistem itu, setiap partai atau koalisi partai yang meraup suara mayoritas saat pemungutan suara, meskipun di bawah 50 persen dari total suara, akan memenangkan pemilu.

Koalisi BN yang dipimpin Najib berhadapan dengan dua koalisi partai lainnya, yakni Pakatan Harapan dan Gagasan Sejahtera. Pakatan Harapan yang dipimpin mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, eks mentor Najib, memberikan perlawanan kuat.

Dalam pernyataannya menjelang pemilu Malaysia, Najib menyatakan keyakinan bahwa koalisi BN akan menang besar.

sumber: tigapilarnews.com