Aksi Coret Baju Seakan Jadi Tradisi

13.836 dilihat

PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Aksi coret baju seragam sekolah disaat kelulusan ujian nasional (UN) nampaknya sudah menjadi tradisi di hampir seluruh daerah di Indonesia begitu juga di Provinsi Sumatera SelatanMeskipun telah diperingatkan oleh para Gurunya namun para murid tetap saja melakukan aksi coret-menyoret sekeluarnya dari sekolah usai menerima tanda kelulusan

Sebut saja Mawar siswa SMA Muhamadiyah Palembang  mengaku bahwa para murid memang telah diperingatkan Untuk tidak melakukan aksi coret-coret baju Namun demi untuk kenang-kenangan aksi coret-coret baju masih dilakukan

Advertisement

“Memang guru kami sudah memperingatkan kami dan mengarakna agar baju sekolah disumbangkan kepada Yang mmembutuhkan, tapi Untuk kenang-kenangan pak” ucap Mawar selasa (20/05/2014)

Sementara itu Ahmad naqiyuddin Asawalli.ST salah satu tokoh pemuda inderalaya kabupaten ogan ilir, menyayangkan mentradisinya coret-coret baju Saat ini

“Coret-coret Baju saat kekulusan merupakan perbuatan yang mubajir, lebih baik baju itu kita berikan pada keluarga kita yang sangat membutuhkan” ucapnya

Seperti tadi sore sambung Ahmad ratusan motor pelajar SMA sederajat,di kabupaten ogan ilir,memadati jalan menuju perkantoran terpadu pemkab ogan ilir,lalu mereka kompoy sambil bersorak dengan angkuhnya,

“Semestinya pihak sekolah memberikan arahan dan yg paling penting orang tuanaya juga mengingatkannya.untunglah coret baju itu tidak kenah mata dan disaat kompoy tidak tabrakan” tambahnya

Senada juga dikatakan Panji alumni MAN Sakatiga,ogan ilir “saya juga pernah mengikuti ujian nasional, saya tidak mau mengikuti tradisi yang takmembawa hasil itu, lebih baik baju yg dicoret itu kita berikan padsa adik atau tetangga kita yang membutuhkan” imbuhnya

sementara salah satu pelajar SMAN di Ogan ilir peserta kompoy yg namanya takmau disebutkan,kalau tidak coret baju dan kompoy tidak merasa lulus ujarnya sambil menghindar saat diwawancarai

Editor: Nadi

Advertisement