Industri Gabus Kawasan Permukiman Penduduk Mendapat Protes Warga

11.061 dibaca

BUANAACEH.COM, LHOKSEUMAWE – Warga Muria Paloh, Kecamatan Muara Satu, protes pembangunan industri gabus untuk isolasi pipa gas di kawasan permukiman penduduk, Rabu 19 Oktober 2016. Mereka meminta Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Pemko Lhokseumawe mengawasi kegiatan industri yang diduga menggunakan bahan kimia.

Sekitar awal September 2016, warga melihat sebuah bangunan di Meuria Paloh, Menurut H.Z. Rusli, warga setempat, sekarang warga baru mengetahui ternyata bangunan tersebut merupakan industri gabus. Menurut Rusli, jarak antara pusat produksi gabus dengn dengan rumahnya hanya sekitar 5 meter.

Warga perihatin, produksi gabus untuk isolasi pipa gas menggunakan bahan yang mengandung kimia. Karena sangat dekat dengan rumah, mereka takut berdampak pada lingkungan. Mereka kemudian, mendesak BLHK membantu agar tidak merugikan warga.

Selain itu, warga juga mengaku terganggu dengan suara yang ditimbulkan dari aktivitas industri gabus. “Ketika cetak dari plat besi dibuka, menimbulkan suara keras,” kata Rusli kembali. Bahkan aktivitas mereka berlangsung sampai malah bari. Suara tersebut muncul mulai pagi  sampai pukul 24.00.

Dalam surat yang ditujukan kepada BLHK Kota Lhokseumawe, warga meminta petugas lingkungan hidup, agar memeriksa langsung dampaknya. Selain itu, mereka juga mempertanyakan AMDAL, sehingga perusahaan berani membangun industri gabus di permukiman penduduk.

Bagaimana Menurut Anda?