BUANAACEH.COM, ACEH UTARA – Komunitas relawan Kamoe Sajan Mualem bekerjasama dengan Partai Aceh kabupaten Aceh Utara menggelar pelatihan “Pendidikan Dasar Orientasi Politik Kader Muda Partai Aceh” bagi pemuda dan mahasiswa se-wilayah Pase.
Pelatihan digelar selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (28-29/1/2017) di sekretariat PA/KPA wilayah Samudera Pase, Gampong Mancang, kecamatan Samudera. Kegiatan hari pertama dikhususkan kepada ratusan Aneuk Syuhada, yaitu anak dari para pejuang GAM yang gugur selama konflik Aceh.
Ketua panitia, Musfendi AR kepada media ini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan politik bagi kader muda dalam mempersiapkan diri menjelang pemilihan gubernur Aceh, bupati dan walikota di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, 15 Februari 2017 mendatang.
Kegiatan diisi dengan beberapa materi dan disampaikan oleh pengurus Partai Aceh tingkat pusat, antara lain, oleh sekretaris pemenangan pusat Mualem-TA Khalid yang juga anggota DPRA, Nurzahri ST, Suadi Sulaiman yang karib disapa Adi Laweung dan salah satu pendiri partai Aceh dari tim 9, Sayed Fakhrurrazi, M.Si.
“Melalui kegiatan ini kita harapkan, peserta kegiatan akan menjadi kader-kader Partai Aceh yang setia dan militan terhadap partai” ujar Musfendi.
Sementara itu, Ketua PA Aceh Utara yang juga ketua KPA Samudera Pase, Tgk. Zulkarnaini bin Hamzah mengapresiasi kegiatan yang di inisiasi oleh pemuda dan kalangan mahasiswa tersebut. Tgk Ni, panggilan akrabnya, juga memberikan filosofi tentang pentingnya arti semangat kepada peserta yang rata-rata tidak terlibat langsung dalam konflik RI dan GAM. Dengan semangat kata dia, perjuangan yang ia lakoni bersama rekan-rekan pada masa konflik dapat bertahan walaupun keadaan para pejuang kala itu penuh dengan cerita kurang menguntungkan.
Pria tegas nan humoris tersebut juga menginginkan mahasiswa sebagai insan akademik dapat memberikan kontribusi dan tanggung jawab masing-masing bagi kemajuan Aceh pada masa-masa yang akan datang, sebagaimana telah diukir oleh para pendahulu.
Sesi pertama pelatihan di hari kedua, disampaikan oleh Adi Laweung dengan materi sejarah perjuangan Aceh, MoU Helsinki dan Partai Aceh. Adi Laweung merunut kembali sejarah Aceh dari masa perang pertama dengan kolonial Belanda pada tahun 1873, deklarasi Aceh Merdeka hingga lahirnya MoU Helsinki, Finlandia.
Sayed Fakhrurrazi yang tampil di sesi kedua, mempertajam materi tentang Partai Aceh dan manajemen partai di masa-masa awal pembentukan hingga perjalanan politik partai hingga menjelang 10 tahun usia partai tersebut.
Sesi penutup disampaikan oleh anggota DPRA, Nurzahri ST yang menyampaikan materi peranan kader muda dalam Partai Aceh. Alumnus ITB jurusan Teknik Penerbangan ini, lebih banyak mengupas keberadaan dan fungsi kader muda dalam tubuh partai. Ia bahkan menyebut hanya Partai Aceh saja yang lebih memperhatikan dan mengakomodir pemuda yang ingin berpartisipasi dalam dunia politik serta memberikan contoh diri dia sendiri, yang merupakan perwakilan tokoh muda dan membidani pendirian partai Aceh.
“Politik adalah cara untuk meraih kekuasaan bukan sekedar jabatan, sehingga partai dan komunitas atau relawan atau apapun bentuknya, hanyalah sebuah alat untuk mencapai cita-cita politik” ujar Nurzahri kepada peserta. Menurut dia banyak masyarakat yang salah memahami tujuan politik itu sendiri, dimana partai politik menjadi tujuan bagi sebagian orang.
Materi yang ia disampaikan secara partisipatif itu mendapat respon positif oleh peserta, hal ini dibuktikan dengan menjawab secara serempak pertanyaan-pertanyaan singkat para pemateri.
Acara diakhiri dengan penyerahan Surat Keputusan pembentukan relawan Kamoe Sajan Mualem oleh Tgk Ni disaksikan oleh Nurzahri kepada Musfendi AR selaku ketua.










