BUANAINDONESIA.COM, ACEH – Sejumlah 107 siswa SMK Kesehatan di Pemko Lhokseumawe, mengikuti ujian sertifikasi profesi yang diakui di oleh Asia Tenggara, untuk menghadapi MEA, Selasa 28 Februari 2017. Sementara ratusan siswa SMK jurusan lain juga mengikuti ujian kompetensi untuk mendapat sertifikat dari pelaku industri nasional.
Kepala SMKN-8 Lhokseumawe, Nurmasyitah, M.Pd kepada Media menjelaskan, siswa sekolah kejuruan yang ikut ujian berasal dari Jurusan Farmasi dan Jurusan Analisis Kesehatan. Sertifikat akan dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes. “Sertifikat ini diakui se kawasan Asia Tenggara,” jelas Nurmasyitah.
Kepsek SMKN-8 Lhokseumawe juga menyebutkan, pihaknya mengadakan ujian sertifikasi yang diakui sampai ditingkat Asia Tenggara, untuk menyiapkan keahlian siswa menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sehingga tenaga kesehatan dari Kota Lhokseumawe siap pakai di seluruh Asia Tenggara.
Sementara itu, ratusan siswa kejuruan jurusan lain juga mengikuti ujian kompetensi di sekolah masing-masing. Sejumlah 341 orang siswa Kelas-III SMK Negeri-1 Lhokseumawe mengikuti UKK. Mereka harus berhasil mencapai nilai tujuh, untuk bisa mendapatkan pengakuan kompetensi.
Pembukaan UKK SMKN-1 Lhokseumawe dilakukan melalui upacara yang diikuti seluruh siswa bersama dewan guru. Kepala sekolah, Armia, S.Pd dalam sambutannya menegaskan, untuk mendapatkan sertifikat UKK, siswa harus mengikuti ujian. Mereka akan diuji keahlian sesuai dengan jurusan masing-masing. Penguji merupakan pelaku usaha dari dunia industri.
Siswa peserta uji UKK dari enam jurusan masing-masing, Jurusan Teknik Komputer Jaringan, Multi Media, Rekayasa Perangkat Lunak, Akuntansi, Perkantora










