ACEH UTARA, BuanaIndonesia.com – Minimnya dukungan anggaran yang diterima oleh Pemerintah Aceh Utara, membuat anggka kemiskinan masyarakat disana tergolong tinggi. Dari data yang ada, lebih dari 40 ribu Jiwa tercatat sebagai warga miskin di bumi serambi Mekah ini.
Salah satunya Muhammad Harun (56), seorang pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Harun bersama istri dan ketiga anaknya yang masih kecil, harus rela tinggal disebuah gubuk reot yang siap roboh kapan saja saat hujan atau ada angin besar yang datang.
Bagi Harun, jangankan membangun rumah, untuk sekedar mempertahankan hidup saja dirinya seringkali kesulitan, ditambah kondisi tubuhnya yang tak lagi normal akibat cidera yang dideritanya saat terjadi konflik antara masyarakat Aceh dengan Pemerintah saat ini, membuat Harun tak bisa berbuat banyak untuk mencari nafkah.
Saat ini puluhan bahkan mungkin ratusan masyarakat seperti Harun, hanya mengharapkan bantuan dan uluran Pemerintah agar bisa mendapatkan bantuan atau bangunan layak huni untuk keluarganya.
Tak jauh dari kediaman Harun, atau tepatnya di Daerah Nisam Aceh Utara, berdasarkan data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Aceh Utara, ada sekitar 1.793 warga miskin yang nyaris sama nasibnya seperti Harun. Minimnya penghasilan keluarga ditambah faktor-faktor lain, membuat masyarakat disini sulit bangkit dari kemiskinan yang dideritanya.









