BUANAACEH.COM, ACEH UTARA – Baru sekitar lima bulan ditempati, gedung baru di SD Negeri-1 Bandar Baro, Aceh Utara terancam runtuh. Akibatnya gedung tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan. sebab, dikhawatirkan akan mengancam keselamatan para murid
Menurut sejumlah guru SDN-1 Bandar Baro, sebelumnya, gedung yang dibangun tahun lalu untuk ruang dewan guru. Namun, setelah lima bula ditempati, dinding gedung mulai retak, Setiap sudut ruangan nyaris terpisah, sehingga terancam runtuh. “Ya, sekitar lima bulan kami tempati di sana,” jelas salah seorang tenaga pendidik di SDN-1 Bandar Baro. Kamis (27/10/16).
Para guru kemudian pindah ke ruang lain, akibat tidak berani berada dalam gedung tersebut. Namun hampir setiap hari anak-anak berkumpul di sana, untuk mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Seperti, belajar kesenian tradisional dan bebagai kegiatan lainnya. Mereka tidak menyadari jiwa mereka terancam, karena gedung terancam runtuh.
Menurut keterangan guru, pembangunan gedung dilakukan Tahun 2015. “Kami menempatinya, hanya lima bulan,” jelasnya.
Setelah itu, bangunan rusak. sehingga para guru tidak berani lagi menempati ruangan. Selain dinding, lantai juga retak. Sementara plafon juga terancam runtuh. Kondisi tersebut disinyalir, akibat pembangunan gedung tidak dilengkapi dengan balok atap. Sehingga bangunan tidak kokoh dan terancam runtuh.
Hampir Seluruh tembok bangunan retak-retak bukan hanya tembok saja namun plafon dan lantai juga mengalami retak parah, diantaranya dua tiang depan gedung retak , dinding terpisah dengan tiang dan begitu juga dengan tiang samping kanan depan , bahkan balok atap sebagian yang di pasang. sehingga bangunan terssebut tidak berani dewan guru menempatinya
“Dari Dinas pernah datang kemari, melihat-lihat bangunan. Namun, kami tidak tau dari dinas mana. Akan tetapi, sampai sekarang belum ditindaklanjuti. tidak ada upaya lain yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk menanggulangi kondisi ini, kami masih menunggu dari pemerintah derah “ ujarnya
Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Utara Daerah Pemilihan setempat, H.Saifanur menegaskan, gedung sekolah yang tidak bagus harus diperbaki.
“Kalau tidak layak huni harus diperbaiki,” tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Dia juga mengharapkan, pembanguna sarana pendidikan harus dilakukan dengan benar.
“Pembangunan harus betul-betul fit, jangan merekrut konsultan asal-asalan,” ujarnya. Konsultan harus bekerja maksimal dan terjun langsung ke lapangan, untuk melihat kualitas bangunan.
Saifanur juga menegaskan, dana pendidikan di Aceh Utara selalu dianggarkan melebihi dari anggaran wajib 20 persen. Sehingga proyek sarana pendidikan harus betul-betul dikerjakan berkualitas, serta bermanfaat untuk pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara melalui Kabid Sarana dan Pra-sarana, Jamaluddin berdalih, gedung tersebut dibangun bukan dengan anggaran APBK Aceh Utara.
“Sudah saya telusuri, bukan bukan proyek kita,” jelasnya. Sehingga dia tidak bisa menjelaskan tentang kondisi gedung baru yang terancam runtuh.










