BUANAACEH.COM, ACEH UTARA – Menyangkut dengan kisruh antara dosen yang pelapor salah seorang Mahasiswi di Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, menimbulkan sorotan tajam dari berbagai pihak di Aceh, salah satunya adalah mantan Ketua BEM STIA Nagan Raya, yang sekarang memasih menekuni kegiatan sebagi Aktifi di Aceh, angkat bicara.
Mantan Ketua BEM STIA Pelita Nusantara Nagan Raya. Hamdani, S.Sos mengatakan, Status di Facebook dengan judul “Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman” pada 27 September 2016 tidak menyudutkan sesseorang secara detail. ‘Tidak menlanggar” Paparnya. Sabtu (22/10/16).
Menurut Hamdani, Sebenarnya Status yang dibuat seorang mahasiswa bernama Nanda Feriana dalam media sosial dalam ragka menuntut haknya.
“Saya juga pernah merasakan keluh kesah menjadi mahasiswa. Namun kasus yang menimpa Nanda Feriana ini seperti adanya sentimen pribadi antara Dosen yang bersangkutan dengan Nanda.”kata Hamdani.
Hamdani menilai Dosen yang melaporkan mahasiswa itu hanya mencari-cari kesalahan Nanda.
“Dalam hal ini saya menilai dosen tersebut sudah mencari- cari kesalahan Nanda Feriana. kalau kita lihat pokok permasalahan sebagaimana yang di muat di berbagai media, dalam hal ini Nanda sudah mau meminta maaf langsung kepada dosen yang bersangkutan, namun dosen tersebut bukan memaafkan malah memberatkan posisi Nanda dengan cara harus meminta maaf secara tertulis di media. Bukannya nanda tidak menuruti, tapi tidak punya uang karena dia berasal dari keluarga tidak mampu.” Tandasnya.
Menurut Murdani biasanya seorang ibu akan tetap memaafkan anaknya biar bagaimanapun masalahnya. Jauh di dalam lubuk hati seorang Pemberi ilmu dan penerima ilmu tetap ada ikatan batin yang kuat. Namun, mungkin saja dosen tersebut lagi emosi kita maklumi dengan langkah yang di tempuh oleh dosen yang mempolisikan Nanda Feriana. Namun demikian kata Murdani, dirinya berharap berharap dosen tersebut sadar dengan tindakan yang telah dilakukan.
“Saya berharap Dosen tersebut segera mencabut laporan.” harap murdani.








