BUANAINDONESIA.COM ACEH – Pengurus DPC partai HANURA Kabupaten Aceh Utara Zulkarnaini menilai, pernyataan ketua DPD Partai Demokrat Aceh, yang juga wakil gubernur terpilih, pada Pilkada 15 april 2017, Nova Iriansyah sangat berlebihan saat mengeluarkan statement dan terkesan tidak beretika.
Hal tersebut di katakan Zulkarnaini. terkait Pernyataan kontroversi Nova Iriansyah yang disampaikannya di sela-sela acara Welcome Dinner Muscat Se-Kabupaten dan Kota Partai Demokrat di Balai Kota Pemko Banda Aceh, Senin 17 April 2017. Pada kesempatan itu, Nova Iriansyah mengaku heran beberapa orang kadernya yang lompat ke Partai Hanura.
‘’Saya heran dan tidak habis pikir, berada di Mall kok malah loncat ke kaki lima,‘’ ujar Nova Iriansyah sambil menjelaskan letak kantor tetangga sebelah yang disebut Nova sebagai kaki lima, seperti yang dikutip Kabar Satu dari Acehmonitor.com
Zulkarnaini menambahkan,”Sekarang beliau telah terpilih menjadi orang nomor dua di Pemerintah Aceh, namun, apakah itu berarti ia bisa se enaknya menghina partai lain?”
Saya kira ini adalah awal yang sangat tidak baik terhadap iklim perpolitikan kita di Aceh yang demokratis, yang telah kita bangun bersama.
Terus terang, Kader akar rumpun Partai Hanura, terus menelpon saya dan mengecam keras statement Nova Iriansyah, yang mereka anggap sangat merendahkan dan membuat luka hati mereka,” kata Zulkarnaini, Pengurus DPC Partai Hanura, dalam pesan rilis melalui Whapshappnya kepada buanaindonesia, rabu 19 april 2017
Saran saya buat Pak Nova, uruslah urusan internal sendiri terlebih dahulu. Mengapa ada kader saudara berpindah ke Partai lain, Jangan malah mengurus urusan internal partai lain. Toh, kami pun tak pernah mau tau tentang urusan internal partai anda. Ungkap Zulkarnaen dalam pesan rilisnya.
Pihak media telah beberapa kali mencoba untuk melakukan konfirmasi sebagai bentuk klarifikasi dan hak jawab terkait berita ini, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan juga Pedoman Media Cyber bagi media online, namun Nova Iriansyah Sampai Saat ini belum dapat di hubungi.








