Juher : peluang kemacetan semakin besar setiap hari

8.040 dilihat

OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Pengemudi kenderaan roda empat mulai mengeluh karena setiap hari melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Indralaya selalu macet, Arus macet yang dibarengi antrian panjang kenderaan itu mulai terjadi dari Desa Tanjung Sejaroh hingga pasar Indralaya Senin (24/02/14) mulai pukul 07.00 WIB.

Penyebab kemacetan itu akibat banyaknya lubang ditengah yang mengakibatkan kenderaan truk fuso dan sejenisnya berjalan merayap karena takut terbalik.

Advertisement

Masyarakat selaku pengguna jalan berharap kepada pemerintah kiranya jalan yang berlobang dilakukan perbaikan dengan tambal sulam sehingga arus kemacetan dapat dikurangi. “Selama ini Jalintim kota Indralaya sudah rawan kemacetan akibat keluar masuknya angkot warna kuning dari pasar, jembatan sakatiga dan jalan Tasik, Sekarang ditambah banyak jalan berlobang sehingga peluang kemacetan semakin besar setiap hari,” kata Juher Warga Indralaya.

Menurut Juher , bila pemerintah tidak segera melakukan perbaikan terhadap jalan yang berlobang tersebut, maka bukan tidak mungkin kota Indralaya menjadi pusat kemacetan di Kabupaten Ogan Ilir. “Sebab pusat kemacetan itu terdapat di depan pasar Indralaya, Di ruas jalan itu bukan saja banyak lobang tapi keluar masuk angkot dan bentor membuat arus macet,” ujarnya.

Pendapat serupa dikemukakan Adi  yang juga tinggal di Sakatiga, Menurutnya dengan banyaknya jalan yang berlobang juga sangat rentan terjadi kerusakan terhadap truk dan fuso yang bermuatan berat, Bila sampai terjadi kerusakan truk atau fuso di tengah jalan, dapat dipastikan kemacetan panjang sudah depan mata. “Tapi muda-mudahan itu tidak terjadi,” ujar Adi.

Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga Ogan Ilir Muhsin Abdullah mengatakan, bila perbaikan Jalan negara di Kota Indralaya ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. “Namun pihak Pemkab Ogan Ilir akan berkoordinasi dengan Provinsi untuk melakukan perbaikan terhadap jalan yang berlobang tersebut.”jelasnya(mie)

Advertisement