Ribuan KK di Kecamatan Betung Ambil Air Parit

7.275 dilihat
Warga-mengambil-air-dari-parit-parit-comberan-rumah-penduduk
Warga-mengambil-air-dari-parit-parit-comberan-rumah-penduduk

BANYUASIN, buanaindonesia.com– Sudah lebih dari satu bulan ini, cadangan air bersih sumur warga kering kerontang. Sementara itu PDAM yang dicanangkan pemerintah Banyuasin hingga kini belum terwujud. Akibatnya, warga harus rela mengeluarkan ongkos puluhan ribu rupiah bahkan sampai ratusan ribu rupiah guna membayar jasa angkutan untuk mengambil air parit yang berada ditengah kebun sawit milik PTPN 7.

Slamet (43), warga Purbolinggo kelurahan Betung, Kecamatan Betung kabupaten Banyuasin, merasa bingung tak tahu harus mengadu ke siapa lagi terkait masalah kekeringan air seperti yang dihadapinya sekarang ini.

Advertisement

Saat ini, ayah dari 3 orang anak tersebut setiap minggunya harus mengambil air dengan menggunakan jeriken dari parit-parit eks permandian binatang peliharaan seperti sapi, bebek dan unggas lainya, yang berjarak 2 kilo meter dari kediamanya.

“dengan terpaksa kami harus menggunakan air ini pak, untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci dan mandi ” ujarnya.

Sedangkan untuk keperluan masak dan minum kami menggunakan air isi ulang, sambungnya, yakni Rp3.000 pergalon. Slamet mengaku, membutuhkan lebih dari tiga galon air mineral utuk satu minggu atau  berkisar Rp 12.000,- Total biaya yang ia butuhkan untuk kebutuhan air mencapai Rp. 60.000 sampai 70.000 perminggunya.

Hal ini diaminkan oleh Manong (30). Salah watu warga kelurahan Betung ini merasa sangat kesal dengan kondisi PDAM yang sampai saat ini tak kunjung selesai. “padahal PDAM ini sudah dianggarkan 2 kali dengan dana milyaran, tapi kenapa yah sampai saat ini belum juga ada kejelasanya?” ungkap manong

“Kami tidak butuh janji pak, kami butuh bukti, mana buktinya Betung kota kembar? Mana buktinya PDAM di Betung akan beroperasi?”imbuh Manong seraya membawa jeriken yang sudah berisi air kemotornya.

Kondisi serupa juga dialami ribuan kepala keluarga yang tinggal di desa Bukit, desa Suka Mulya, Kelurahan Betung, Kelurahan Rimba Asam dalam kecamatan Betung. Banyak warga yang terpaksa mengurangi jatah air kebutuhan mandi, untuk menjaga ketersediaan air jeriken yang diambil dari parit dengan menggunakan motor atau membeli melalui mobil penjual air.

Kekeringan tak hanya membuat warga kecamatan Betung mengalami krisis air bersih. Ratusan hektare lahan pertanian dan perkebunan pun terancam gagal panen.

Charles (37), warga desa Betung Kecamatan Betung, mengatakan, dengan kondisi seperti ini lahan perkebunan miliknya terancam mati, hal ini diakibatkan kondisi tanaman karet miliknya yang baru berusia berkisar 2 tahun sudah hampir 1 bulan tidak tersiram air.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sulitnya mendapatkan air bersih menjadi salah satu masalah utama yang sering diangkat masyarakat dalam setiap pertemuan. Tak heran jika penyediaan air bersih (PDAM) dinilai bisa mengurangi kesulitan (ch)

Advertisement