Freeport Indonesia Sudah Dapat Ijin Ekspor Setelah Wapres AS Berkunjung Ke Indonesia

17.764 dilihat

BUANAINDONESIA, JAKARTA – Setelah mengantongi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari Kementerian Perdagangan, PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah bisa melakukan ekspor konsentrat tembaga. Freeport Indonesia melalui melalui Executive Vice Presiden mengajukan permohonan izin ekspor pada 20 April 2017. Namun Kementerian Perdagangan baru menyetujui permohonan ini setelah mendapatkan kelengkapan dokumen pada Jumat 21 April 2017 malam, tak lama setelah Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Richard Pence melakukan kunjungan ke Indonesia.

“Sudah keluar, kemarin,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan seperti dikutip Antara, Sabtu, 22 April 2017.

Advertisement

Dengan telah diterimanya izin ini Freeport Indonesia berhak melakukan ekspor 1.113.105 wet metric ton (WMT) konsentrat tembaga.

Selama 2016, Freeport Indonesia telah mendapatkan SPE untuk konsentrat tembaga pada 9 Februari 2016 sebesar 1.033.758 ton yang berlaku hingga 8 Agustus 2016. Kemudian SPE diberikan kembali pada 9 Agustus 2016 sebesar 1.429.098 ton dan berlaku hingga 11 januari 2017.

Sementara SPE pada 2017 baru dikeluarkan pada April dikarenakan pemerintah dan Freeport sedang berunding untuk kesepakatan peralihan kontrak dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Tercatat, realisasi ekspor Freeport Indonesia berdasarkan konsolidasi laporan surveyor tahun 2016 sebesar 1.172.410,90 ton dengan negara tujuan ekspor adalah Jepang, Korea selatan, Cina, India dan Filipina.

Sementara itu, dalam kunjungan Wakil Presiden Pence pada Kamis 20 April, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya tidak secara khusus menyebutkan tentang Freeport. Presiden hanya menyebutkan bahwa dalam pembicaraan dengan Pence. AS berkomitmen untuk meningkatkan strategic partnership dengan Indonesia akan fokus kepada bidang-bidang kerja sama dan investasi. Sementara pada bulan mendatang akan ada tim yang membahas mengenai pengaturan perdagangan dan investasi bilateral berdasarkan prinsip-prinsip win-win solution.

Mengutip dari Setkab.go.id pada 20 April 2017, Presiden Joko Widodo juga menekankan bahwa kunjungan Pence ke Indonesia merupakan pertemuan pertama sejak negara Paman Sam itu dipimpin Presiden Donald Trump.

” Ini adalah pertemuan pertama saya dengan administrasi baru Amerika Serikat. Namun komunikasi melalui telepon telah saya lakukan dengan Presiden Donald Trump sejak Januari yang lalu,” kata Jokowi

Advertisement