Belasan Petani Karet Datangi DPRD

12.934 dilihat
Roni Paslah (poto ab)

MUARAENIM, Buana Indonesia- Beberapa perwakilan petani warga Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Muara Enim, datangi DPRD Kabupaten Muara Enim. Mereka mengadukan jika ratusan hektar kebun karet mereka diduga telah di gusur PT Musi Hutan Persada (MHP), Rabu (21/12) di DPRD Muara Enim. “Ketika digusur pas saya sedang nyadap karet. Saya sempat berusaha menghentikan aksi tersebut, namun karena dikawal aparat dan takut akhirnya saya hanya diam,” ujar Harianto salah seorang pemilik kebun karet yang terkena di gusur.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh Rusdi alias Ateng, bahwa saat ini memang kebun karetnya yang merupakan harta satu-satunya memang belum tergusur oleh alat berat milik PT MHP, sekitar 100 meter lagi. Namun apabila lahannya digusur, maka ia sudah bertekad akan mempertahankan sampai titik darah penghabisan. “Saya minta ini menjadi perhatian serius, jangan sampai terjadi seperti kasus Sodong,” tegasnya.

Advertisement

Sedangkan menurut Roni Paslah (30) warga Ujan Mas Lama, sebagai pendamping masyarakat Ujan Mas, bahwa kedatangan mereka ke DPRD Kabupaten Muara Enim, adalah mewakili sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) yang lahan kebun karetnya sekitar 100 hektar lebih. Kebun karet mereka tersebut berumur sekitar 1-9 tahun. Namun sejak Nopember 2011 sampai sekarang, tanpa pemberitahuan kebun karet mereka di gusur pada siang hari. Untuk kerugian diperkirakan miliaran rupiah. Tanah tersebut merupkan tanah warisan nenek moyang, dan sebagai buktinya ada surat yang ditulis dengan huruf sangsekerta dimana isinya menyatakan jika lahan tersebut milik ulayat. Dan di mata hukum, tanah ulayat itu sudah diatur jelas dan dilindungi.“Kami minta aktifitas penggusuran tersebut dihentikan, sebelum ada keputusan dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bukti-bukti kepemilikan tersebut telah kami serahkan ke DPRD Muara Enim,” tukasnya.

Sementara itu anggota komisi I DPRD Muara Enim, Dwi Windiarti SH MHum didampingi  Ir H Muktilah Mukhtar, bahwa masalah akan mereka tampung dan segera akan dilaporkan dengan pimpinan. Selain itu juga, pihaknya akan menyurati PT MHP untuk segera menghentikan kegiatan sementara waktu sampai permasalahan tersebut selesai.(Agus Black))

Advertisement