Muara Enim Siapkan 750 Ribu Bibit Karet Subsidi Untuk Petani Kurang Mampu

12.595 dilihat
gambar bibit karet

MUARAENIM, Buana Indonesia- Pada tahun 2012 mendatang, Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Muara Enim akan menyiapkan sedikitnya 750 ribu batang bibit karet unggul bersubsidi. Bibit bersubsidi tersebut hanya diperuntukkan bagi para petani yang benar-benar kurang mampu. “Harga normal di pasaran bibit tersebut sebesar Rp 4500 perbatang. Disni kita subsidi Rp 3500 perbatang sehingga petani hanya beli dengan harga Rp 1000 per batang,” tegas Bupati Muara Enim Ir Muzakir SS didampingi Kadisbun Muara Enim Maryama dan Kepala Bidang (Kabid) Produksi Joni, Kamis (22/12) di Muara Enim.

Menurut Muzakir, ketentuan harga bibit karet unggul ini telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Muara Enim No. 7/2010 tentang retribusi jasa usaha, yang tertuang dalam pasal 40. Dimana, untuk harga Rp 1000 ini dinilai jauh lebih murah dibandingkan bila para petani harus membeli bibit sejenis yang non subsidi dengan harga Rp 3500 per batang. Sesuai rencana, pembibitan pada 2012 mendatang akan disiapkan untuk 30 hektar lahan, yaitu 20 hektar akan dikelola oleh Dinas Perkebunan dan 10 hektar lainnya akan dikelola oleh pihak desa.  Pemberian bantuan bibit ini, telah dilakukan oleh Pemkab Muara Enim sejak sepuluh tahun terakhir yang seluruh dananya dianggarkan melalui APBD Kabupaten Muara Enim.

Advertisement

Dengan program ini, kata Muzakir, kedepan diharapkan akan benar-benar bisa memberikan dampak yang nyata bagi peningkatkan pendapatan para petani karet. Dimana sebelumnya para petani hanya mampu menyadap sekitar 10 kg saja per bulan, namun dengan adanya bantuan bibit unggul hasil sadapat (produksi) meningkat menjadi 30-40 kg per bulan.  Untuk kualitas karetnya pun begitu, jauh lebih baik bila dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Salah satu petani karet Andi (38), warga Muara Enim, bahwa semenjak adanya program bantuan bibit karet unggul bersubsidi memang dinilai tepat sasaran dan sangat membantu. Dimana, petani bisa menekan modal pembelian bibit sehingga dana yang ada dapat digunakan untuk membeli kebutuhan yang lain seperti pupuk, alat pertanian dan lain-lain. Sebab dengan adanya program ini, para petani bisa menghemat antara Rp 2000- Rp 2500 per batang.(Agus Black)

Advertisement