
BANYUASIN, Buana Indonesia- Kondisi PT Lambung Karang Sakti (LKS) yang berada Dijalan Tanjung Api-api Km 24 Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan paska kerusuhan dari para sopir yang mengamuk diareal perusahaan itu masih sedikit menyisakan keteganngan dari para pekerjanya.
Pantauan dilapangan Sekitas Sembilan Bangunan Mes Karyawan dari beberapa perusahaan pengguna Dermaga stock file PT LKS yang terbuat dari papan beratapkan daun nipah bersebelahan dengan salah satu puing-puaing bangunan yang habis dilalap api tempat dimana para karyawan menginap masih terlihat banyak yang terkunci rapat dengan gembok.
Pos sekuriti Nampak masih dipenuhi serakan pecahan kaca jendela. begitu juga dengan tiga ruangan disebuah bangunan yang berisikan peralatan listrik, alat kantor dan ruangan tempat menginap karyawan kondisinya masih berserakan serta dipenuhi pecahan kaca jendela. Dibeberapa sudut perusahaan itu terlihat beberapa personil baik dari TNI maupun Polri berpakaian sivil maupun berseragam lengkap.
Dalam waktu dua atau tiga jam tidak terlihat Aktifitas kendaraan yang keluar dan masuk keperusahaan itu.”kalau karyawan memang ada sebagian hari ini tidak masuk kerja namun kalau aktifitas perusahaan berjalan seperti biasa. tidak adanya mobil batu bara yang masuk kesini karna para sopir memuat batu bara hari ini banyak yang terjebak macet di daerah indralaya” ucap menejer Oprasional PT LKS Anto saat dimintai keterangannya kamis (22/12/11) dilokasi pirusahaan
Kata Anto dirinya membantah apabila ada anggapan bahwa penyebab kemacetan itu karna banyaknya penumpukan kendaraan yang akan keluar masuk perusahaan itu. hari “ sebenarnya kemacetan itu terjadi bukan sepenuhnya karna kendaraan yang keluar masuk disini (PT LKS red). Tapi karna ada sebuah teronton bermuatan kayu yang mengalami mogok akibat pecah ban” ujarnya berkelit
Menurut Anto Perusahaan tempat ia bekerja itu hanya sebagai tempat pelampiasan amukan kemarahan dari masa para sopir yang mengira bahwa perusahan PT LKS merupakan penyebat terjadinya kemacetan hingga berhari
Namun Anto tidak membantah kala dikatakan bahwa perusahaan itu aktifitasnya sempat terganggu akibat cuaca hujan terus menerus “ kalau mesin tidak ada yang macet tapi memang sedikit terhambat akibat hujan ” ungkapnya
Hasil informasi yang diperoleh bahwa penyebab kemacetan itu terjadi akibat antrian panjang kendaraan yang akan masuk masuk membongkar membongkar muatan batu bara. Sehari sebelum panyak kendaraan bermuaatan batu bara yang mengantri dari dalam perusahaan hingga kejalan tanjung api-api.
Perusahaan yang menggunakan pasilitas dermaga stock pile batu bara PT Lambung Karang Sejati (LKS tampat dari PT LKS lebih banyak dibandingkan dermaga stock pile lain yang ada disepanjan jalan tanjung api-api. Sedikitnya ada sekitar 9 dari 12 perusahaan yang aktif melakukan bongkar muat disana “kalau menurut saya penyebabnya kematecan itu adalah dari dalam PT LKS, bagaimana dak terjadi penumpukan kendaraan mas, perusahaan didalam itu banyak, setiap perusahaan mempunyai kendaraan yaiitu fusso masing masing” bebernya







