KPID Sumsel Ajak Masyarakat Kritis Konsumsi Isi Siaran

20.740 dilihat

BUANAINDONESIA, SUMSEL- Komisi Penyiaran Indoensia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Selasa 3 November 2020 lalu, mengadakan kegiatan Literasi Media dengan Tema “Penyiaran Sehat Untuk Sumsel” di Gedung Serba Guna Kelurahan Simpang Sender Kecamatan BPR Ranau Tenah Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan). Narasumber dalam literasi Media, yakni Herfriady, MA- Wakil Ketua KPID Sumsel, Meytri Puspa Rini, SIP – Kordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumsel dan Ervan Aziz, S.Sos, M.Si Dosen Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Karang Taruna Simpang Sender, Lurah Simpang Sender dan 60 peserta yang berasal dari pemuda dan organisasi masyarakat dari Kelurahan Simpang Sender.

Advertisement

Ketua KPID Sumsel Guntur Melian, SH dalam sambutannya menyampaikan Kegiatan Literasi merupakan kerjasama KPID Sumsel dengan Karang Taruna Kelurhan Simpang Sender dan ini juga merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab dari KPID.

Orang nomor Satu di KPID Sumsel mengajak masyarakat kritis terhadap isi siaran baik televisi maupun radio baik program hiburan, informasi maupun pendidikan.

Peserta Literasi Media.

Dikatakan, apalagi dalam waktu dekat ini OKUS akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pillkada) ditengah Pandemi COVID-19.

“Sekarang ini, Masyarakat harus kritis terhadap, terhadap isi siaran,”Kata Guntur Melian

Masih kata Guntur, kegiatan tatap muka tidak banyak dilaksanakan sehingga peran lembaga penyiaran menjadi salah satu ujung tombak untuk mendapatkan informasi.

Selanjutnya, Herfriady dalam pemaparannya, semangat Undang-Undang No.32 Tahun 2002 berprinsip diversity of content (keberagaman isi) dan diversity ownership (keberagaman kepemilikan) untuk itu isi siaran harus memang benar-benar mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Seharusnya, Isi Siaran harus mengedepankan kepentingan masyarakat,”jelasnya.

Siaran hiburan yang memiliki nilai edukasi sehingga masyarakat selain mendapatkan hiburan juga mendapat pengetahuan baru.

Masih kata Herfriady, Pengaruh media menjadi luar biasa ketika masyarakat ketika tidak bisa memfilter isi siaran, berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat.

Sedangkan, Meytri Puspa Rini juga menyampaikan terhadap isi siaran bukan berarti isi siaran menyiarkan hal yang tidak baik. Namun lebih menekankan pada nilai pendidikan. Sehingga anak-anak ketika menonton harus sesuai dengan jam tayang anak-anak atau didampingi oleh orang tua.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang , Ervan Aziz, S.Sos, M.Si, dalam paparannya juga mencontohkan beberapa peristiwa dalam berita yang ditayangkan oleh televisi.

Bagaimana pemberitaan media televisi terkadang hanya terfokus pada satu isu saja. Sehingga dalam mengkonsumsi berita masyarakat  harus mulai bisa memilah memilih berita yang memang memiliki kepentingan publik bukan kepentingan golongan tertentu.

Dilanjutkan, program hiburan misalkan sinetron yang berbau religi terkadang sering kali tidak memberikan aspek edukasi mengedepankan nilai agama melainkan konflik yang sering dibangun. Sehingga masyarakat lebih menihat  hal yang buruknya saja

Kegiatan ini, juga dihadiri anggota komisioner lain yakni Ekky Syahrudin, SH, MH dan Sisilia, S.So. (Ril)

Advertisement