MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia – akibat dari ledakan pipa PT Elnusa, di jalur pipa distribusi Tempino-Plaju, tepatnya di Desa Srimaju, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu, setidaknya menyebabkan 5 orang tewas dan 18 orang mengalami luka bakar.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, mengatakan bahwa peristiwa ini bermula saat sejumlah warga mendengar adanya kebocoran pipa PT Elnusa di tempat kejadian perkara, lalu warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian dengan membawa ember, jeriken hingga drum yang dimaksudkan untuk mengumpulkan minyak tersebut.
Tak lama kemudian terdengar ledakan dan kobaran api dilokasi kejadian. Genangan minyak yang mengalir disekitar membuat pihak pemadam kebakaran sulit menjinakkan si jago merah. Hingga akhirnya api dapat dijinakkan beberapa jam kemudian. Spontan insiden ini membuat arus lalu lintas macet, akibat ribuan warga berdatangan memadati lokasi kejadian.
Jajaran Kepolisian dibantu TNI dikerahkan guna mengamankan lokasi, melakukan olah TKP dan mengatur arus lalu lintas. Kemudian aparat melakukan penyisiran setelah memasang police line.
Setelah api padam, belasan kendaraan terdiri dari kendaraan jenazah, kendaraan dinas dan kendaraan lainya dikerahkan oleh camat Bayung Lencir, Demoon Hardian Eka Suza untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada seluruh korban.
Menurut keterangan Dirut RSUD Bayung Lencir, dr Joko Satria, korban yang sempat dirawat di RSUD Bayung Lencir semula berjumlah 17 orang, masing-masing bernama Paldiyanto, Randikal, Sunarto, Rosdiana, Arsandi, Sukri, Joni, Yeni, Rebo, Andriyubara, Hanisa, Aprilasi, Sauri, Sandi, warga RT 11 sekitar kejadian. Kemudian Agus warga Pagar Desa serta Rokia dan A Sukri, selaku warga Simpang Bayat kecamatan Bayung Lencir.
Dari beberapa korban yang dirujuk ke beberapa RS Jambi, 2 diantaranya meninggal dunia dirumah sakit jambi, atas nama Agus, Andriyubara, yang sama-sama hampir mengalami luka bakar hampir 100 persen” ungkap Dirut RSUD Bayung Lencir, dr Joko Satria.
Kemudian 3 diantaranya mengalami nasib tragis, akibat terkepung kobaran api. Kondisinya sangat mengenaskan. Seorang korban perempuan tertimpa kayu dengan kondisi mengenaskan yang dikenali bernama Kartini warga Srimaju, dikenali oleh keluarga karena menggunakan cincin berwarna merah dijari manis tangan kanan korban.
Kemudian satu lagi berjenis kelamin laki-laki dikenali Supriyadi sebagai keponakannya bernama Egi Febriyanto. Ia dikenali dari bentuk fisik terutama bibir dan kunci motor Honda sufra fit yang dicocokan dengan sepeda motor miliknya, ditemukan dalam posisi mengangkang hanya tersisa kepala, badan, dengan sebagian tangan dan kaki menghitam, hangus terpanggang. Korban terakhir yang ditemukan saat evakuasi beberapa jam setelah kejadian hanya berbentuk serpihan tulang belulang yang menempel di batang karet.
Kejadian ini tentunya menimbulkan kepanikan dan sejumlah kenangan pahit bagi warga, terutama keluarga korban yang meninggal dunia. Jerit tangis dari keluarga korban terdengar saling bersahutan.
Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo SIK yang sempat mengecek sumur buatan yang tersebar disekitar lokasi kejadian, mengatakan bahwa dari hasil olah TKP, tim labforensik polri menemukan bekas korek api.
Kapolres sangat menyayangkan kejadian ini tidak terdekteksi oleh tim pengawas, padahal jika terjadinya kebocoran pipa akan terdeteksi di boster, karena tekanan minyak berkurang, imbuh Toto Wibowo.
Sementara itu, Humas PT Elnusa, Rachman Thalib, mengatakan bahwa insiden ini akibat Ilegal Tapping, dari pipa yang sengaja dibocorkan. Namun dirinya tidak mau bicara banyak, karena saat itu sudah ada humas Pertamina dan pihak kepolisian.
Informasi terakhir yang diterima media ini, korban meninggal dunia bertambah 1 orang lagi. total korban yang meninggal dunia berjumlah 6 orang dan 17 korban lainnya mengalami luka bakar cukup parah. (bi/ch)







