Sejumlah Kios di Pasar Guntur Hangus

7.853 dilihat

GARUT, Buana Indonesia– Diduga ulah para pengamen jalanan yang membakar serpihan kayu bekas keranjang di salah satu kios kosong, sedikitnya tujuh unit kios permanen di Blok G Pasar Guntur Ciawitali Garut terbakar, sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (28/10). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Beberapa saksi mata di lapangan menyebutkan, api dari dalam kios kosong itu merambat dengan cepat melalui atap ke enam kios yang berada di sekelilingnya. Tragedi itu sontak membuat para pedagang dan pembeli panik. Para pedagang khususnya pemilik kios berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Advertisement

“Api diperkirakan berasal dari kios kosong yang biasa dijadikan tempat mangkal para pengamen. Entah iseng atau sengaja, para remaja tersebut membakar serpihan kayu bekas keranjang. Rupanya api semakin membesar dan menjilat atap kios yang terbuat dari bahan kayu. Melihat api yang kian berkobar, mereka bukannya berusaha memadamkan, malah berlarian menyelamatkan diri,” tutur Siti Fatonah (56), salah seorang pedagang saat ditemui di lokasi.

Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran dari UPTD Damkar Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kab. Garut, tiba di lokasi dengan menyertakan satu unit mobil pemadam kebakaran. Berkat kesigapan petugas, si jago merah pun akhirnya berhasil dijinakkan dalam 40 menit, sehingga kobaran api tidak meluas ke tempat lain.

“Masih beruntung, lokasi pasar berdekatan dengan kantor UPTD Damkar sehingga peristiwa itu segera diantisipasi. Kalau tidak, dipastikan bakal menelan kerugian yang lebih besar lagi. Sebelumnya para pedagang juga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tanpa bantuan petugas Damkar, usaha kami akan sis-sia,” tambahnya.

Pedagang lainnya, Asep Nurdin (46) mengatakan, peristiwa itu hanya membakar atap kios. Kendati demikian, kerusakan tetap mengganggu aktivitas pemiliknya. Oleh karena itu, ia meminta Pemkab Garut agar segera memberikan bantuan agar para pedagang bisa secepatnya memperbaiki kios yang rusak.

“Peristiwa kebakaran ini tidak sempat merusak barang dagangan karena tertutup material yang ambruk. Kendati demikian, saya tetap memerlukan anggaran untuk memperbaiki atap kios yang terbakar. Jika tidak segera diperbaiki, saya tidak bisa berjualan,” jelas pedagang sayuran ini.

Sementara itu, Kasubag TU UPTD Pasar Guntur Ciawitali Garut, Mimin Mintarsih membenarkan, kejadian tersebut murni akibat kelalaian sejumlah orang iseng, bukan akibat hubungan arus pendek atau penyebab lainnya. Dia juga memastikan, para pedagang yang kiosnya rusak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah, jumlahnya disesuaikan dengan tingkat kerusakan.ungkapnya.(Jaka)

Advertisement