GARUT, Buana Indonesia- Akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Tarogong Kidul, Kab. Garut, sejak Sabtu (27/10) siang, areal persawahan di Kampung Jambansari, Desa Sukakarya, Kec. Tarogong Kidul ambrol dan menutup saluran air limpasan yang berada di sekitar perkampungan. Akibatnya, kirmir di sekitar saluran air yang baru selesai dibangun beberapa bulan lalu jebol karena tidak kuat menahan debit air yang melebihi kapasitas.
Asep (43 th), salah seorang warga menyebutkan, sekitar pukul 14.30 WIB ia dikagetkan dengan luapan air yang masuk ke dalam rumahnya. Ketika dilihat keluar rumah, air sudah menggenangi permukiman. Bersama warga lainnya, dia melakukan pengecekan. Akhirnya diketahui, air tersebut akibat jebolnya saluran air limpasan.
“Sebenarnya peristiwa banjir di kampung kami bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya pernah terjadi peristiwa serupa. Akan tetapi saya tidak menyangka, banjir kali ini begitu besar dan datang secara tiba-tiba. Hal itu terjadi akibat saluran air Urug yang tertutup tanah ambrol,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini sedikitnya 75 rumah terendam banjir. Namun yang mengalami dampak terparah sekitar lima rumah, salah satunya rumah milik Wahyu (45) yang lokasinya paling dekat dengan saluran air limpasan. Luapan air itu menggenangi rumah warga dengan ketinggian lutut orang dewasa.
Sekitar pukul 17.30 WIB air mulai surut. Warga selanjutnya membersihkan endapan lumpur yang ditinggalkan genangan air. Untuk mengantisipasi banjir susulan, warga bergotong royong membenahi kirmir yang jebol.
Beruntung dalam peristiwa itu Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 350 jutaan lebih . Sejumlah warga terpaksa mengungsi pada malam hari karena khawatir hujan kembali menyebabkan luapan air.ungkapnya.(Jaka)







