Empat Inovasi AI Karya Anak Bangsa Antar PHR Raih Penghargaan Nasional, Dari Ladang Minyak Lahir Solusi Bernilai Triliunan Rupiah

1.003 dilihat
BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Di balik deru mesin pengeboran dan hamparan sumur minyak di Blok Rokan, lahir gagasan-gagasan yang tidak hanya menjaga produksi energi nasional, tetapi juga mengubah cara industri hulu migas bekerja. Berbekal kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), para pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil melahirkan inovasi yang kini mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Empat inovasi digital berbasis AI yang dikembangkan PHR meraih penghargaan dalam ajang Integrated Operation Centre (IOC) Forum & Hackathon Artificial Intelligence/Machine Learning (AI/ML) Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan SKK Migas.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor hulu migas bukan lagi sekadar wacana. Teknologi yang lahir dari tangan para pekerja di lapangan telah mampu meningkatkan efisiensi operasi, menekan biaya, mengurangi emisi karbon, hingga menciptakan nilai ekonomi yang mencapai triliunan rupiah.

Advertisement

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widiantoro, mengatakan kompetisi tersebut digelar untuk mendorong lahirnya ide-ide kreatif dari para profesional industri migas maupun kalangan akademisi.

“Industri hulu migas menjadi backbone terhadap jalannya ekonomi di Indonesia. Oil and gas menjadi penopang,” ujarnya.

Menurut Surya, di tengah dinamika global yang terus berubah, inovasi menjadi kebutuhan agar industri migas tetap mampu menjawab berbagai tantangan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari budaya inovasi yang terus dibangun di lingkungan PHR.

“Jika kita bicara digital innovation, Blok Rokan menjadi center of excellence subholding upstream. Apa yang kita miliki menjadi benchmark, baik di tingkat zona maupun regional,” katanya.

Lebih dari sekadar prestasi dalam kompetisi, Arifin menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas disiplin di lingkungan perusahaan. Para pengembang berasal dari berbagai bidang, mulai dari subsurface, produksi, engineering hingga teknologi informasi yang bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan operasional.

Empat inovasi yang meraih penghargaan masing-masing menghadirkan manfaat berbeda.

i-RSS berhasil menjadi juara pertama kategori Surface KKKS Implementation. Platform berbasis AI ini membantu pengelolaan operasi pengeboran dan workover sehingga mampu menurunkan waktu henti rig (Non-Productive Time) hingga 71 persen serta mengurangi kehilangan produksi minyak sebesar 76 persen.

Di sektor subsurface, AI-Chemist 2.0 juga meraih juara pertama. Teknologi berbasis machine learning tersebut meningkatkan tingkat keberhasilan stimulasi kimia di Lapangan Duri Heavy Oil dari 55 persen menjadi 86 persen sehingga mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan.

Sementara itu, LandGuard AI meraih juara pertama kategori Surface KKKS Proof of Concept melalui sistem pemantauan berbasis citra satelit yang mampu mendeteksi aktivitas perambahan lahan secara dini. Inovasi ini berhasil menyelamatkan potensi produksi minyak hingga 4.634 MBO sekaligus memperkuat perlindungan aset perusahaan.

Prestasi lainnya datang dari JORUN AI, yang meraih juara ketiga kategori Subsurface KKKS Implementation. Platform ini membantu menentukan strategi terbaik dalam pekerjaan fishing melalui analisis data historis dan parameter operasi.

Sejak diterapkan di Zona Rokan pada Maret hingga Desember 2025, JORUN AI mendukung 244 pekerjaan fishing tanpa kegagalan (zero failed jobs), meningkatkan produktivitas hingga 31 persen, menghemat biaya operasional, serta berkontribusi menurunkan emisi karbon sekitar 937 ribu ton CO₂.

Ke depan, PHR akan terus memperluas pemanfaatan teknologi AI ke berbagai layanan operasi lainnya, mulai dari wireline, electric submersible pump (ESP), coiled tubing, fracturing hingga manajemen logistik.

Melalui berbagai inovasi tersebut, PHR berharap transformasi digital tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga mendukung target produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Advertisement