Pertamina Lewat AJP 2026 Ajak Jurnalis Menulis Kisah yang Mengubah Cara Pandang

765 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID JAKARTA – Di balik setiap berita yang terbit, ternyata ada langkah panjang yang sering tak terlihat. Ada wartawan yang harus menempuh perjalanan berjam-jam, ada yang berjuang membangun kepercayaan dengan narasumber, bahkan ada yang hingga berulang kali menyusun naskah agar sebuah cerita benar-benar sampai kepada pembacanya.

Semangat itulah yang menjadi ruh Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026. Bukan sekadar ajang penghargaan, AJP hadir sebagai ruang kolaborasi antara Pertamina dan insan pers untuk menghadirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menyentuh kehidupan masyarakat.

Advertisement

Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Kick Off dan Coaching Clinic AJP 2026 di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu diikuti lebih dari 750 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Energizing Innovation”, AJP 2026 mengajak jurnalis melihat inovasi dari sudut yang lebih luas. Bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi, mencari solusi, dan menghadirkan perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan AJP merupakan wujud komitmen Pertamina untuk terus membangun hubungan yang lebih erat dengan insan pers.

Menurutnya, perubahan nama dari Anugerah Jurnalistik Pertamina menjadi Apresiasi Jurnalistik Pertamina bukan sekadar pergantian istilah, melainkan mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Pertamina dan media.

“Kolaborasi Pertamina dengan media tidak hanya sekadar anugerah, bukan hanya suatu penghargaan, tapi suatu kerja sama, kolaborasi dan engagement antara Pertamina dengan media yang bisa berdampak besar pada masyarakat,” ujar Baron.

Ia menegaskan, hubungan Pertamina dengan media kini tidak lagi sebatas narasumber dan wartawan. Namun Lebih dari itu, keduanya merupakan mitra yang memiliki tanggung jawab bersama menghadirkan informasi yang akurat sehingga mampu membangun pemahaman sekaligus kepercayaan masyarakat.

“Apa yang dilakukan Pertamina bukan hanya untuk kepentingan Pertamina sendiri, tapi untuk kepentingan masyarakat dan bangsa,” katanya.

Tahun ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan AJP yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Program yang pertama kali digelar pada 2003 dengan nama Pertamina Press Award, kemudian berubah menjadi Anugerah Jurnalistik Pertamina pada 2009, kini hadir sebagai Apresiasi Jurnalistik Pertamina, sejalan dengan semangat membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

Selain menghadirkan berbagai penyempurnaan dalam mekanisme penilaian yang mengedepankan independensi, objektivitas, profesionalitas, dan transparansi, AJP 2026 tetap membuka delapan kategori lomba yang terbagi dalam pilar bisnis dan nonbisnis, meliputi karya tulis, video, audio, dan esai foto.

Baron berharap, AJP tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga melahirkan cerita-cerita yang mampu menginspirasi masyarakat.

“AJP bukan hanya cerita tentang award, tentang siapa pemenang, tapi kita bercerita bagaimana kita menorehkan sejarah buat masyarakat dan bangsa, bercerita yang menarik yang tidak semua orang pernah lihat dan rasakan,” pungkasnya.

Advertisement