Saat Ratusan Jurnalis “Terhanyut” Tiga Jam Dalam Kick Off AJP 2026

748 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, PALEMBANGRatusan pasang mata jurnalis tampak fokus menatap layar telepon genggam masing-masing. Sesekali terdengar tawa kecil saat narasumber membagikan pengalaman unik selama menjalankan tugas jurnalistik. Namun tak lama kemudian suasana berubah hening ketika mereka mulai mengisahkan perjuangan, tantangan, bahkan pengalaman sulit saat membangun kepercayaan dengan narasumber demi menghadirkan karya jurnalistik yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan.

Suasana seperti itu mewarnai Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 yang digelar secara luring dan daring, Kamis (2/7/2026). Ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Advertisement

Hampir selama tiga jam para peserta larut dalam setiap materi yang disampaikan. Waktu seakan berlalu tanpa terasa. Di ruang pertemuan maupun melalui Zoom, para jurnalis menyimak pemaparan dewan juri, panitia, hingga para peraih penghargaan Best of The Best AJP.

Ada yang sibuk mencatat poin-poin penting, ada pula yang mengabadikan slide presentasi menggunakan telepon genggam agar tidak kehilangan materi yang dianggap bermanfaat sebagai bekal mengikuti AJP 2026.

Berbagai pengalaman dibagikan para narasumber. Mulai dari sulitnya mendapatkan akses kepada narasumber, membangun komunikasi agar memperoleh kepercayaan, hingga keterbatasan waktu saat melakukan peliputan di lapangan. Namun justru dari proses yang tidak mudah itulah lahir karya-karya jurnalistik yang mampu menggerakkan hati pembaca.

Dalam coaching clinic itu, peserta juga diingatkan bahwa kekuatan sebuah karya jurnalistik bukan semata-mata terletak pada kelengkapan data atau kemegahan visual. Yang paling penting adalah kemampuan wartawan menemukan sisi kemanusiaan di balik setiap peristiwa. Kisah tentang perubahan hidup seseorang dinilai jauh lebih membekas dibandingkan sekadar menyajikan angka, statistik, atau data teknis.

Pengalaman yang dibagikan para dewan juri dan pemenang Best of The Best AJP menjadi gambaran bahwa karya terbaik lahir melalui proses yang panjang. Dibutuhkan kesabaran untuk membangun kedekatan dengan narasumber, ketelitian dalam melakukan verifikasi, serta kepekaan menangkap cerita-cerita yang sering luput dari perhatian.

Sementara itu, mewakili manajemen Pertamina, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, perubahan nama dari Anugerah Jurnalistik Pertamina menjadi Apresiasi Jurnalistik Pertamina bukan sekadar pergantian istilah, tetapi mencerminkan komitmen Pertamina untuk terus memberikan penghargaan kepada insan pers yang konsisten menghadirkan karya jurnalistik berkualitas.

Menurutnya, Pertamina juga siap memberikan dukungan kepada para peserta AJP 2026, termasuk membantu memfasilitasi akses peliputan ke berbagai unit operasi apabila dibutuhkan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami berharap AJP menjadi ruang kolaborasi yang semakin kuat antara Pertamina dan insan pers. Melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas, masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh sekaligus memahami berbagai upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Arya juga mengajak seluruh jurnalis untuk memanfaatkan AJP 2026 sebagai ruang berkarya sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, akurasi, dan independensi.

Sepanjang sesi berlangsung, suasana terasa hidup. Tawa, tepuk tangan, hingga keheningan silih berganti mengiringi setiap materi. Para peserta tampak larut mengikuti setiap kisah yang disampaikan, seolah ikut merasakan bagaimana para narasumber melewati berbagai tantangan demi menghasilkan karya jurnalistik yang bukan hanya informatif, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan yang kuat.

Advertisement