Bupati Garut Dorong Pencak Silat Tetap Eksis di Tengah Generasi Muda

663 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak generasi muda untuk ikut menjaga keberlangsungan seni pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah bagi Kabupaten Garut.

Pesan tersebut disampaikan Abdusy Syakur saat menghadiri Haol Akbar Ke-36 Pendiri Himpunan Pencak Silat Indonesia Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Pusat, almarhum Kyai H. Adji Djaenudin bin H. Usman, di Kampung Gegerpasang, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Minggu (2/8/2026).

Advertisement

Dalam kegiatan tersebut, Bupati terlebih dahulu menyampaikan doa bagi almarhum pendiri Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka. Ia berharap seluruh ilmu dan nilai yang telah diwariskan semasa hidup dapat terus diamalkan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Abdusy Syakur, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan, kedisiplinan, keberanian, serta unsur budaya yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia mengatakan, kemampuan bela diri dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan perguruan pencak silat perlu terus dipelihara sekaligus dikembangkan agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Selain keterampilan berbicara, kita juga perlu memiliki keterampilan bela diri. Saya yakin ilmu yang telah dibagikan almarhum dapat terus dimanfaatkan dan menjadi amal jariah bagi beliau,” ujar Abdusy Syakur.

Bupati menilai Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka merupakan salah satu bagian dari pusaka budaya yang memiliki nilai penting bagi Garut. Keberadaannya dinilai perlu mendapatkan perhatian bersama agar sejarah dan tradisinya tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Ia pun mengajak seluruh unsur perguruan, khususnya generasi penerus, untuk menjaga eksistensi pencak silat dengan cara melestarikan sekaligus mengembangkan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.

“Ini merupakan pusaka leluhur kita. Mari kita jaga, pelihara, dan kembangkan sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Garut khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Haol Akbar Ke-36, Asep Saepurohman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi pencak silat dapat terus diperkuat, termasuk hingga jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gadjah Putih.

Asep juga mengajak seluruh jajaran organisasi untuk menyatukan visi, memperkuat kebersamaan, serta membangun keberanian dan tekad dalam menjaga keberlangsungan Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka sekaligus melestarikan seni pencak silat di Kabupaten Garut.

Advertisement