Asap Karhutla Sempat Masuk Jabodetabek, BMKG Ungkap Pergerakannya Kini Mulai Menjauh

2.006 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat terdeteksi memasuki wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut terjadi pada Jumat , 16 Oktober 2026, meskipun hanya berlangsung dalam waktu singkat.

BMKG menyebutkan bahwa sejak Sabtu 17 Oktober 2026, pergerakan asap mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek. Meski demikian, sisa sebaran asap masih terdeteksi di kawasan pesisir barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000 hingga 18.000 kaki atau setara 3–5,4 kilometer.

Advertisement

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa perubahan arah angin serta melemahnya kecepatan angin pada lapisan atmosfer tertentu turut memengaruhi pergeseran sebaran asap tersebut. Ia juga menegaskan bahwa asap yang terdeteksi melalui citra satelit tidak selalu menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi polutan di permukaan.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikel halus PM2.5 di wilayah Kemayoran, Jakarta, tercatat berkisar antara 46,7 hingga 109,7 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kualitas udara di sejumlah titik Jakarta bervariasi, mulai dari kategori baik hingga tidak sehat.

Guswanto mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing. BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap dinamika atmosfer guna memberikan informasi terkini sebagai dasar bagi masyarakat dalam mengambil langkah antisipasi.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa sebaran asap karhutla masih terpantau di sejumlah wilayah Indonesia, terutama sebagian besar Sumatra dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua. Berdasarkan pemantauan pada 16 Oktober 2026, BMKG mencatat sebanyak 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di berbagai daerah.

Andri menjelaskan bahwa pola angin pada lapisan atmosfer 925–500 hPa didominasi angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–34 knot. Kondisi tersebut memengaruhi arah pergerakan dan penyebaran asap karhutla di berbagai wilayah Indonesia. BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dan mewaspadai potensi dampak kebakaran hutan dan lahan.

( Sumber : BMKG)

Advertisement