SDN 5 Betung Terancam Pindah

17.033 dilihat

BANYUASIN, Buana Indonesia– Sekolah pertama yang ada di Kecamatan Betung yaitu SD Negeri I yang kini berubah menjadi SDN 5 didirikan pada tahun 70 an  atas lahan hibahan dari salah seorang warga setempat yang kini dalam wilayah Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Kota Betung, masa depannya bakal tekotang katung,

Pasalnya tanah yang telah berdiri sekolahan yang bermuridkan 490 orang itu kembali diklaim ahli waris penghibah. Akibatnya sedikitnya 400 wali murid saat ini sedang berharap-harap cemas, hawatir Apabila sekolahan itu jadi diklaim ahli waris maka mereka harus mencari sekolahan lainya.

Advertisement

Terkait Hal itu Kepala Sekolah SDN 05 Betung, Hayatun, SPd mengatakan bahwa mengenai  persoalan itu pihaknya sudah melakukan berbagai nego-nego baik kepada pihak ahli waris yang mengklaim, termasuk mencari solusi baik melalui para sesepuh dan tokoh masyarakat dalam kelurahan Rimba Asam, hingga  Kecamatan Betung juga UPTD Diknas hingga ke kantor Diknas Banyuasin, pun sampai sekarang juga belum menemukan titik kejelasannya.

“kami disini selain tidak dapat menerima siswa baru juga tidak dapat mengusulkan penambahan ruang belajar, sebab pihak ahli waris melarangnya, sementara pihak ahli waris memberikan izin mendirikan bangunan itu jika pihak sekolah mau membayar Rp. 50 juta” jelas Hayatun.

Dari informasi yang dihimpun bahwa pihak sekolah atau Diknas Banyuasin tidak memiliki bukti kepemilikan yang syah termasuk pihak ahli waris yang mengklaim lokasi itu.

Salah seorang wali murid, Kadi (36) saat dibincangi wartawan dikediamannya (4/11) mengatakan memang pihaknya mengaku bimbang terhadap kelangsungan putranya sebagai siswa SDN 5, sebab jika dari pihak ahli waris terus menggugat lahan sekolah itu, tentu anak saya serta ratusan siswa yang lain pun akan terkantung-katung nasibnya, apalagi kalau sampai menutup akses memasuki sekolah itu.

Kadi menilai, memang pihak UPTD Diknas Kecamatan serta Kadindiknas Pemkab Banyuasin tidak ada upaya mencari penyelasian persoalan SDN 5 itu. Padahal pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya namun belum menemui titik kejelasan dan herannya pihak UPTD maupun Kadindiknas justru memilih bungkam dan asset sekolah itu setidaknya disaat serah terima asset dari Kabupaten Muba dulu tentu ada registernya secara keseluruhan dan rasanya mustahil jika penyerahan asset waktu tidak disertai kelengkapan administrasi atau surat menyurat keberadaan kampus pemula ini.

“ Saya berharap pihak UPTD Diknas Kecamatan Betung jangan sekedar duduk manis dibelakang meja kerjanya saja juga kepada Kepala Kantor Diknas Banyuasin jangan bungkam, dengan berbagai upaya Kepala Sekolah yang sudah dilakukan termasuk dari desakan wali murid ini agar ditindak-lanjuti hingga lahan untuk lokasi kampus SDN 5 yang merupakan cikal-bakal adanya sekolah di kecamatan Betung tersebut benar-benar jelas statusnya”.

Pemuka masyarakat Rimba Asam H Arifai Burhan mengatakan permasalahan kampus SDN 5 itu sudah tidak perlu disoal lagi, karena secara hukum pihak pengklaim yang mengaku sebagai ahli waris penghibah, mengapa ? karena secara langsung bahwa kampus itu sudah milik sekolah. Karena sekolah itu banyak saksi bahwa lokasinya itu sejak tahun 70 an dibangun tempat belajar yang dulu sebagai SDNegeri I Betung dan luasnya itu satu hamparan yang sekarang gedung sekolah itu hingga jalan termasuk Ksampus PGRI.

Yang menguatkan keabsyahan bahwa lokasi itu milik kampus SDN 5 juga banyak alumni serta saksi hidup masih ada dan dasar apa pihak ahli waris sekarang melakukan gugatan, untuk itu kata H Fei, sekarang pihak Diknas Banyuasin mau atau tidak mengurusi persoalan itu dan memang bisa jadi akan suram masa depannya sekolah itu pihak terkait apalagi Ka UPTD Diknas Kecamatan juga bungkam, tandasnya.

Lurah Rimba Asam, Saperan, S.Sos mengatakan pihaknya tetap menunggu  baik pihak sekolah, UPTD maupun Kadindiknas Banyuasin termasuk dari pihak ahli waris jika ingin melakukan penyelesaian konflik, namun selaku Pemerintah, pihaknya tetap mengacu pada peraturan yang ada, namun dia berharap UPTD Diknas juga harus lebih proaktif menindak-lanjut upaya pihak kepala sekolahnya dan berharah jangan sampai proses belajar mengajar disekolah itu terganggu, pintanya.

Disayangkan, hingga berita ini diterbitkan dari pihak ahli waris yang berusaha mengklaim lokasi kampus SDN Betung belum berhasil untuk diminta konfirmasinya termasuk pihak Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Banyuasin, H Darul Qutni Said dan Kasubag Umum dan prasarana, Nopran, SPd.MSi sedang tidak ada diruangan selasa(6/11) kemarin.(waluyo)

Sementara Itu Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Darul Qutni melalui Sub Bagian Umum dan perlengkapan Nopran Spd Msi mengatakan bahwa pihakya baru mengetahui mengenai permasalahan itu “saya baru dengar, kalau memang demikian nanti kita cek kelokasi “pungkas Nopran saat dihubungi dikantornya rabu (07/11/20120) (mbi)

Advertisement