
BANYUASIN, Buana Indonesia– Jalan lintas timur Desa Lubuk Lancang Kembali menelan korban jiwa. setelah sekitar tiga hari yang lalu mobilHilux milik GM PT GSS Km 53 Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh. Kali ini di KM 54 Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin, Rabu (13/2) pukul 04.00,antara mobil Tengki angkutan bahan bakar minyak BG 8064 AI milik PT Sriwijaya Mandiri dengan mobil truk BG 8280 UH yang membawa barang kelontongan.
Akibat kejadian ini tiga orang yang merupakan sopir dan kernet truk tengki tewas terjepit dengan kondisi mengenaskan. Ketiga korban tewas yakni Sopir tengki Cahyadi (46) warga dusun IV Rt 07 Desa Tanjung raja Selatan kecamatan tanjung raja kabupaten ogan Ilir dan kernet Muhardi (27) dusun I Rt 01 Desa tanjung raja Selatan kecamatan tanjung raja dengan kondisi luka-luka dibadan,dada, serta patah tulang belakang dan mobil tengki terbalik dengan ban diatas dan masuk jurang.
Begitu juga dengan sopir truk yang mengankut barang kelontongan, bernama Hartono (32) warga Jl Harapan Sukawinatan no 2 Rt 62/10 Desa Sukajaya kecamatan Sukarami Palembang juga tewas dengan kondisi mengenaskan kaki,pinggang dan badan terpisah.
Korban Hartono Setelah sempat di bawa ke ruang IGD RSUD Banyuasin Kelurahan Seterio Banyuasin kini sudah bawa pulang oleh pihak keluarganya untuk dikebumikan di Desa Serekah Kecamatan Sangahdesa Musi Banyuasin. Sementara korban atasnama Cahyadi dan Muhardi (27) juga telah dibawa pihak keluarganya keDesa Tanjung Raja Selatan kecamatan tanjung raja ogan Ilir.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa lakalantas itu terjadi sekitar pukul 04.00 bermula dari mobil truk yang dikemudikan korban Hartono dengan muatan barang kelontongan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Palembang menuju Betung. Sedangkan mobil tengki milik PT Sriwijaya Mandiri yang bermuatan 5000 liter minyak melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jambi menuju Palembang.
Ketika melintas di tempat kejadian perkara, yang kondisi jalan lurus dan menanjak,diduga mobil truk kelontongan yang dikemudikan Hartono hendak mendahului dan mengambil jalur kanan dan kemungkinan pada saat dijalur kanan ini tiba-tiba datang kendaraan dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan.
Akubat Kuatnya tabrakan tersebut membuat kedua kendaraan hancur dengan kaca depan pecah bahkan mobil tengki ban depan lepas dan terguling kedalam jurang sedalam lima meter dengan posisi ban berada di atas. Dan juga mengakibatkan pengemudi dan kernet kedua kendaraan tewas dengan kondisi terjepit mobil dan tertimpah mobil tengki.
Polisi dibantu warga membutuhkan waktu lima jam lebih untuk mengevakuasi dan mengeluarkan Kedua sopir dan kernet yang terjepit dan tertimpah mobil.sementara arus kendaraan baik dari arah Jambi maupun Palembang macet total hingga belasan kilometer.
Penjaitan warga setempat yang mengetahui kejadian ini mengatakan jika tabrakan adu kambing ini terjadi sekitar pukul 04.00 dengan suasana masih gelap. “Kita dengar suara dentuman keras,setelah kita lihat ternyata mobil tabrakan,”katanya.
Saat dirinya tiba,mobil truk berada di tengah jalan dengan kondisi sopir truk terjepit dan masih hidup. Sedangkan sopir tengki dan kernet sudah tewas karena berada dibawah mobil yang terguling di kiri jalan. ” Saat kita datang sopir truk sempat teriak mintak tolong, Kita berusaha melepaskan dia tapi ngak bisa, karena badan dan kakinya terjepit badan kendaraan, dan mungkin kehabisan darah lalu meninggal. dan baru di evakuasi setelah polisi datang dan korban sudah meninggal dengan kondisi badan dan kaki putus terpisah dari badan,”katanya.
Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setiyawan melalui Kasat Lantas AKP Andi Supriadi membenarkan kecelakaan maut tersebut. menurut dia, kecelakaan ini terjadi diduga karena salah satu kendaraan ada yang mendahului dan mengabil jalur kendaraan lain. ” Dari olah TKP,kayaknya mobil truk yang datang dari arah palembang mengambil jalur mobil tengki yang datang dari arah jambi. Namun ini baru sementara dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,”pungkasnya.







