Banyak Unggas Mati Mendadak

9.839 dilihat
ilustrasi unggas

BANYUASIN, Buana Indonesia– Warga Betung hususnya di Lorong Kades Kelurahan Betung  banyak mengeluh, lantaran hewan unggas peliharaannya  jenis Ayam, bebek dan entok  dalam sepekan terakhir ini banyak yang mati secara mendadak. Puluhan unggas tersebut dalam hitungan menit sudah tidak bernyawa semua. , sebab siang masih sehat, tetapi pagi harinya lansung banyak yang terkapar

Hal serupa juga terjadi  Kampung Sedompo kelurahan Betung  , dikampung ini  bukan hanya jenis entok saja melainkan seperti Itik atao bebek dan ayam pun kini tidak lagi ada terlihat dan , tuutur Pak Mar kemarin.

Advertisement

Yang diherankan kata Pak Mar sampai sekarang belum ada tindakan dari petugas terkait dengan mati massal hewan tersebut. ” Ada tindakan juga  kayaknya lambat karna setelah unggas peliharaan warga banyak yang mati mendadak secara masal baru ada tindakan” sambungnya

“Upaya pencegahannampaknya memang ada tapi  itu baru terlihat dilaksanakan pihak Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Kecamatan Sembawa dan tim Dinas Pertanian, Peternakan (Distanak) Kabupaten Banyuasin”saya pernah liat Penyemprotan itu ada dilakukan di  kawasan Kecamatan Banyuasin III, Kecamatan Sembawa, dan Kecamatan Talang Kelapa sementara di Kecamatan dibetung belum” bebernya.

Sementara Itu Kepala Poskeswan Sembawa Siti Surih SP menjelaskan,  Saat ini penyemprotan masal dilakukan di fokuskan Kecamatan yang memiliki jumlah populasi ayam yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Banyuasin, “penyemprotan desinfektan dilakukan pada kandang unggas baik itu dikelola oleh warga maupun dikelola oleh kelompok tani “ujarnya

Terpisah Tim medis Poskeswan dr H Wigati Ningsih mengatakan, guna mencegah terjangkitnya penyakit atau virus pada ayam pemerintah membantu melakukan penyemprotan Desinfektan massal dan juga memberi arahan pada peternak agar melakukan pembersihan dilingkungan, memperbaiki sanitasi air dan melakukan vaksin secararutin “Cara pencegahan penyakit unggas kita berikan pada warga sehingga mereka bisa secara rutin melakukan pencegahan,,” ujar Wigati

Pihaknya juga menyarankan bagi pemilik kandang ayam yang kesulitan
melakukan penyemprotan vaksin menggunakan glutaraldehyle karena beberpa hal bisa menggunakan sabun yang dicampur air sebagi penganti obat vaksin bagi ayam “Intinya
pemilik ayam menjaga kebersihan lingkungan terutama kandang ayam, sebab penyebaran penyakit lebih mudah jika lokasinya kotor,” punkasnya(Bi).

Advertisement