Pengusaha Tahu Dan Tempe Terancam Bangkrut

10.667 dilihat
Pengusaha tahu dan tempe

Para pengusaha tahu tempe di Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin terancam merugi akibat harga kacang kedelai dipasaran melambung tinggi. Untuk Kedelai Impor dari Amerika harganya mencapai Rp 7500/ Kgnya.

Kenaikan harga kacang kedelai yang terjadi sejak 3 bulan terakhir ini menyebabkan pengrajin usaha tahu tempe di Desa Limbang Mulya milik Nandi (45) terancam merugi dan terpaksa mengurangi produksi tahu tempe.

Advertisement

“Usaha home Industri pabrik tahu tempe milik saya sudah berjalan puluhan tahun lalu, namun baru kali ini saya merasakan beban berat dimana harga kacang kedelai sangat tinggi, terpaksa saya mengurangi produksi, kuatir usaha roboh,” kata Nandi.

Nandi mengatakan, sangat terpukul sekali dengan kondisi saat ini dimana harga kedelai yang diimpor dari luar tidak karuan tingginya. Sementara kedelai lokal susah mencarinya.

Pengrajin tempe di sini tidak ada pilihan lain kecuali mengurangi produksi, dengan trik mengurangi produksi inilah, diharapkan bisa menekan kerugian yang lebih besar.

Akibatnya berdampak pada pengurangan produksi tempe atau tahu, sebab kalau tidak habis dalam sehari pengrajin tahu tempe sendiri yang merugi.

“Kedelai mahal, kalau sudah dibuat tempe tidak bisa disimpan lama, sehari harus sudah terjual, makanya kami tidak mau menderita rugi akibat tempe tidak terjual,” tambahnya.

Senada dikatakan oleh Sukwan (45) warga Talang Kelapa, bahan baku tahu tempe hanya kedelai, sampai saat ini kebutuhan akan kedelai meningkat apalagi produksi kedelai lokal terbatas mengakibatkan harga melambung.

“Beda dengan zaman orde baru dulu, pengrajin tahu tempe diayomi oleh Koperasi Pengrajin Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) sedang saat ini koperasinya pun nyaris rubuh akibatpemerintah mencabut subsidi kacang kedelai,” katanya.

Pengrajin tahu tempe hanya berharap, agar pemerintah kembali memberikan subsidi terhadap kacang kedelai “kami berharap pemerintah memberikan subsidi terhadap kacang kedelai ini agar kami tidak banyak yang gulung tikar”pungkasnya(BI)

Advertisement