
BANYUASIN, buanaindonesia.com- Dikarnakan tidak hadirnya pasangan YAN-SAS dalam acara debat publik yang digelar di gedung graha sedulang setudung pemkab banyuasin minggu (02/06) acara debat publik sendiri nyaris batal Pasalnya, lima pasangan calon bupati dan wakil bupati tidak akan mengikuti acara debat publik tersebut jika, calon bupati dan wakil bupati nomor 1 tidak dihadirkan. KPU Banyuasin, Yusarla serontak memberikan jawaban, kendati calon nomor 1 tidak hadir dalam acara debat publik tersebut, acara debat publik tetap dilanjutkan atau tetap digelar.
Calon wakil bupati Agus Sutikno nomor 3 Hazbi-Bagus (H Hazuar Bidui AZ, S Sos, MM-Agus Sutikno) mengawali intrupsi dengan mempertanyakan kenapa debat publik ini yang semestinya dihadiri oleh enam calon bupati dan calon wakil bupati banyuasin , kini hanya diikuti lima calon bupati dan wakil bupati banyuasin, sementara yang calon bupati dan wakil bupati nomor 1 tidak hadir. “apakah debat ini hanya untuk lima pasang calon saja sedangkan calon sendiri ada 6 pasang”kata agus sutikno
Lima calon bupati dan wakil bupati Banyuasin yang dimaksud adalah, Agus Supatra-Sugeng nomor 2 dari independe, H Hazuar Bidui AZ-Agus Sutikno nomor 3 (HAZBI-BAGUS), H Arkoni MD-Hj Nurmala Dewi nomor 4 (ANNUR), H Askolani-Idasril nomor 5 (ADIL), dan nomor 6 H Slamet-Syamsuri H Anang Jahri.
Sementara disusul dengan calon wakil bupati Banyuasin dari independent, Syamsuri H Anang Jahri menyatakan bahwa mereka tidak akan mengikuti debat publik jika nomor 1 tidak dihadirkan “kami akan keluar kalau nomor 1 (yan-sas) tidak hadir dalam acara ini”
Begitu juga dengan calon wakil bupati Bayuasin Hj Nurmala Dewi, jika tidak ada konsekuensi bagi yang tidak hadir dalam acara debat publik ini kami juga tidak mau ikut. Sedangkan calon bupati banyuasin H Askolani, sangat menyayangkan kenapa nomor 1 tidak hadir, padahal dalam debat publik bertujuan untuk menyampaikan visi dan missi. “Kalau begitu minta waktu kami 10 menit untuk rapat dengan calon bupati dan wakil bupati yang lainnya,” kata Arkoni kepada moderator.
Sedangkan Agus Saputra calon bupati, menyatakan dengan ketidak hadiran nomor 1 membuktikan bahwa calon nomor 1 Yan Anton Ferdian-SA Supriono tidak ada kemampuan, buktinya takut untuk hadir dalam acara debat publik ini.
Usai disekor beberapa menit, Indiarto Pribadi mempertanyakan apakah acara debat publik ini dilanjutkan, jawab Arkoni boleh dilanjutkan, hadirin bertepuk tangan, asal bukan debat kandidat melainkan hanya menyampaikan visi dan missi. “Tidak debat, tapi hanya sampaikan visi dan missi , kami tidak mau diuji, karena disini bukan uji-menguji, akan tetapi menyampaikan visi dan missi,”tegas Arkoni
ditambahkan Agus Sutikno, kami hormati upaya yang telah dilakukan KPU Banyuasin untuk menggelar acara debat publik ini. Akan tetapi, ada pihak yang tidak menghormati dengan debat publik tersebut, dan ada pula pihak yang menghormati dengan adanya debat publik ini, sehingga debat publik ini dapat berlangsung.
Menurut Yusarla, sampai berakhir debat publik calon bupati dan wakil bupati banyuasin periode 2013-2018 tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan dalam keadaan aman dan terkendali. “Alhamdulillah sampai usai acara debat publik calon bupati dan wakil bupati banyuasin yang digelar ini berlangsung aman dan terkendali serta tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,”kata Yusarla mengucap syukur.
Sedangkan untuk pasangan yang tidak hadir pihaknya belum bisa memberikan sangsi secara tegas ““nantinya akan kita rekomendasikan ke panwaslu banyuasin bagai mana caranya nanti dan dengan berdasarkan peraturan undang-undang yang ada untuk menindak lanjuti pelanggaran ini atau tidak hadirnya pasangan ini”.
terpsah ketua panwaslu kabupaten banyuasin Heri Ariyanto melalui anggota panwaslu Aswandi menggatakan bahwa terkait ketidak hadiran Yan Anton dan Suproyono dalam acara tersebut pihaknya akan memberikan sangsi terhadap pasangan calon tersebut, namun demikian pihaknya akan berkordinasi dengan paketua panwaslu terlebih dahulu mengenai sangsi apa yang akan diberikan terhadap pasangan calon itu “kita akan berkorrdinasi dengan ketua terlebih dahulu mengenai sangsi apa yang akan diberikan kepada pasangan yang tidak hadir tersebu” tukasnya(juan)







